TIMES JATIM, PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo meluncurkan program "Suroyo-Cokro Super Koridor", layanan wifi gratis di Jalan Suroyo dan Jalan HOS Cokroaminoto. Layanan ini menjadi tulang punggung digital untuk mendukung berbagai program pembangunan daerah.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Probolinggo, Lucia Aries Yulianti, menyebut pengembangan koridor wifi ini diwarnai tantangan dan peluang. Fokus utamanya adalah memastikan fasilitas yang dibangun aman bagi masyarakat dan budaya lokal.
"Fokus utama dari Superkoridor ini adalah memastikan fasilitas yang dibangun aman bagi masyarakat, budaya lokal, serta terjaga kelestarian dan keamanannya," ujar Lucia dalam rilis di kantor Pemkot, Jumat (30/1/2026).
Untuk mengamankan akses digital, Diskominfo bekerja sama dengan penyedia internet dalam pemasangan firewall otomatis guna memblokir situs berbahaya, termasuk Judi Online dan konten pornografi. Sistem pemantauan jaringan juga diaktifkan untuk memonitor lalu lintas data di setiap titik akses.
Di sisi lain, Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, juga mengumumkan kalender Pariwisata. bakal ada 160 event sepanjang 2026. Rangkaian kegiatan itu dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"160 event yang direncanakan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat kita, dan jadwalnya tidak akan berubah" kata Aminuddin.
Dia mengharapkan dengan banyaknya kegiatan, laju ekonomi kota dapat bertahan di kisaran 5,5 persen atau lebih. Untuk memudahkan akses informasi, Pemkot akan merilis kalender wisata resmi dengan kode QR. Kode itu akan terhubung ke informasi 160 event, 100 destinasi wisata, pasar tradisional, sentra belanja, dan wisata kuliner.
"Inisiatif ini juga didukung oleh perbaikan konektivitas dan infrastruktur," jelasnya.
Dia menyebut rencana operasi penuh kereta api komuter dari Surabaya dan Pasuruan paling lambat 1 Maret 2026. PT KAI juga berkomitmen merenovasi Stasiun Probolinggo menjadi lebih modern.
Selain itu untuk mendukung industri di area pelabuhan Pemkot dan PT KAI akan memperpanjang akses jalur kereta menuju pelabuhan sejauh 1,6 kilometer.
Wali Kota juga mengungkap potensi investasi besar, termasuk proyek pusat industri terpadu dari investor Korea dan Tiongkok yang berpotensi menyerap ribuan tenaga kerja lokal.
"Jadi saya luncurkan kalender wisata 2026 ini agar menjadi sinyal bagi investor, sehingga memiliki gambaran ada apa saja di Kota Probolinggo ini. Kita akan memanfaatkan segenap potensi wisata," pungkas Aminuddin. (*)
| Pewarta | : Sri Hartini |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |