TIMES JATIM, MALANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang mengungkapkan bahwa sejumlah terminal angkutan umum di wilayah Kabupaten Malang kini mengalami penurunan aktivitas dan semakin sepi pengunjung. Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan pola transportasi masyarakat seiring perkembangan zaman.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Eko Margianto, mengatakan bahwa saat ini jumlah angkutan jalan raya yang memiliki trayek resmi di Kabupaten Malang mencapai sekitar 140 unit. Namun, keberadaan transportasi berbasis aplikasi daring turut memberi dampak signifikan terhadap eksistensi angkutan umum konvensional.
“Kondisi angkutan jalan raya kita yang punya trayek itu sekitar 140-an. Cuma dengan perkembangan zaman, adanya aplikasi online itu juga berpengaruh kepada teman-teman angkutan,” ujar Eko, Kamis (22/1/2026).
Ia menjelaskan, dampak tersebut turut dirasakan pada aktivitas sejumlah terminal yang sebelumnya ramai. Salah satu contoh adalah Terminal Wonosari, yang kini mengalami penurunan jumlah penumpang secara drastis.
“Dulu tamu atau penumpang di Terminal Wonosari itu banyak. Sekarang kendaraan banyak ngetem di sana karena memang tidak ada yang naik,” jelasnya.
Menurut Eko, menurunnya jumlah pengguna angkutan umum tidak hanya disebabkan oleh transportasi online, tetapi juga dipengaruhi oleh meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, di masyarakat.
“Ini juga terpengaruh dengan jumlah sepeda motor dan faktor lain. Jadi masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi,” tambahnya.
Dishub Kabupaten Malang saat ini masih melakukan kajian internal bersama bidang angkutan untuk menentukan langkah dan arah kebijakan ke depan terkait optimalisasi terminal serta keberlangsungan angkutan umum.
“Ini masih kita kaji dengan bidang angkutan. Kira-kira arahnya nanti harus seperti apa,” kata Eko. (*)
| Pewarta | : Achmad Fikyansyah |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |