TIMES JATIM, JEMBER – BPBD Kabupaten Jember terus melakukan percepatan penanganan dampak bencana tanah longsor yang menutup akses jalan di Dusun Jungrang, Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat.
Hingga hari ini, Rabu (21/1/2026), tim gabungan masih berfokus pada evakuasi material batu raksasa yang menghambat akses kendaraan roda empat.
Bencana tanah longsor ini bermula pada Jumat sore, 16 Januari 2026, sekitar pukul 15.30 WIB.
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kalisat memicu ketidakstabilan struktur tanah pada tebing di sepanjang badan jalan desa.
Akibatnya, material longsor berupa tanah serta batuan besar dengan dimensi signifikan mencapai tinggi 5 meter, panjang 2 meter, dan lebar 1,2 meter jatuh menutupi sebagian besar badan jalan.
Kejadian ini mengakibatkan akses transportasi terputus total bagi kendaraan roda empat (R4), sementara kendaraan roda dua harus melintas dengan sistem buka-tutup yang sangat terbatas.
Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Jember Edi Budi Susilo menyampaikan bahwa tantangan utama di lapangan adalah evakuasi batuan besar yang tidak memungkinkan dipindahkan secara langsung.
"Sejak Selasa (20/1/2026), tim di lapangan telah memulai proses pemecahan batu dengan menggunakan alat manual (jack hammer dan alat pecah batu lainnya). Estimasi pengerjaan ini membutuhkan waktu kurang lebih lima hari ke depan mengingat keras dan besarnya volume batuan," ujar Edi, Rabu.
Lebih lanjut, Edi menjelaskan bahwa pihak BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jember dan alat berat dari PUPR telah disiagakan di posisi terdekat, namun operasionalnya baru akan dimulai secara penuh setelah bongkahan batu besar tersebut berhasil dipecah menjadi bagian-bagian kecil agar tidak merusak badan jalan saat dievakuasi.
Ia menyebutkan untuk menjamin keselamatan warga yang masih melintasi jalur tersebut, petugas telah memasang garis polisi dan rambu peringatan di titik longsor.
"Langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah kabupaten sejauh ini meliputi koordinasi intensif dengan melibatkan Pemerintah Desa Sukoreno dan Muspika Kalisat dan aksi cepat relawan," jelas Edi.
Pemerintah Kabupaten Jember melalui BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat awal tahun 2026 ini masih diwarnai oleh cuaca ekstrem.
"Masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan atau yang sering melintasi jalan di dekat tebing diminta untuk peka terhadap tanda-tanda alam, seperti munculnya retakan tanah atau sumber air baru yang keruh pasca-hujan," imbau Edi.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di Dusun Jungrang terpantau aman terkendali, namun warga diminta untuk bersabar terkait akses kendaraan roda empat hingga proses pembersihan material benar-benar tuntas. (*)
| Pewarta | : M Abdul Basid |
| Editor | : Dody Bayu Prasetyo |