TIMES JATIM, JEMBER – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Jember (Unej) menggunakan mesin granulator pupuk organik berbasis diversifikasi sisa batu gamping untuk mengoptimalkan hasil pertanian.
Inovasi ini diperkenalkan secara resmi pada Senin (2/2/2026) di lingkungan Unej sebagai solusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan.
Berbeda dengan alat konvensional, inovasi hasil karya mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Pertambangan ini mengintegrasikan fungsi mixer dan granulator dalam satu perangkat. Desain efisien ini memungkinkan proses pengolahan pupuk menjadi lebih cepat dan praktis.
Iwan Ahmad, mahasiswa Teknik Mesin Unej yang terlibat langsung dalam proyek ini, menjelaskan bahwa pengembangan alat memakan waktu sekitar tiga bulan, mulai dari tahapan desain hingga fabrikasi di laboratorium.
Rina Lestari, akademisi Teknik Pertambangan Unej, menekankan bahwa fokus utama inovasi ini adalah pemanfaatan limbah batu gamping yang selama ini kurang optimal.
"Kami mengombinasikan limbah gamping dengan bahan organik. Tujuannya tidak hanya menciptakan pupuk berkualitas dengan harga terjangkau bagi petani, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi limbah lokal," ujar Rina.
Inovasi ini diharapkan mampu menjadi pilar pendukung program swasembada pangan pemerintah.
Dengan ketersediaan pupuk yang lebih murah namun berkualitas, beban biaya produksi petani diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
Ke depannya, tim Fakultas Teknik Unej berharap mesin ini dapat diproduksi secara massal.
Langkah ini diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM berbasis teknologi tepat guna di wilayah Jember dan sekitarnya. (*)
| Pewarta | : M Abdul Basid |
| Editor | : Dody Bayu Prasetyo |