TIMES JATIM, BLITAR – Di tengah pesona alam Blitar, De Karanganjar Koffie Plantage hadir sebagai surga kopi yang menggabungkan keindahan kebun kopi dengan kekayaan sejarah.
Bersama Museum Noegroho yang memadukan koleksi pusaka dan seni, destinasi ini menyuguhkan pengalaman wisata yang tak hanya menikmati rasa kopi autentik, tetapi juga menyelami cerita masa lalu dan budaya lokal yang terjaga utuh.
Inovasi terbaru seperti sistem voucher fleksibel dan agenda budaya tahunan semakin melengkapi nilai lebih kawasan ini sebagai ikon wisata Blitar yang wajib dikunjungi.
Museum Noegroho: Wisata Sejarah dalam Satu Atap
Museum Noegroho merupakan integrasi dari beberapa koleksi museum yang sebelumnya tersebar di kawasan De Karanganjar.
Museum ini diresmikan pada tahun 2021 oleh Bupati Blitar, Rini Syarifah, dan dinamai berdasarkan nama keluarga pengelola, H. Herry Noegroho SE, mantan Bupati Blitar sekaligus pemilik kebun kopi tersebut. Museum Noegroho menyajikan koleksi pusaka seperti berbagai jenis keris kuno yang memiliki nilai sejarah dan filosofi, lukisan berkualitas karya maestro seni Nusantara—termasuk lukisan unik dari ampas kopi—serta dokumentasi sejarah birokrasi lokal.
Ruangan khusus bertema Nyi Roro Kidul memberikan nuansa sakral dengan penerapan larangan memotret sebagai upaya menjaga keaslian dan kesakralan benda pusaka.
Museum ini bukan sekadar tempat penyimpanan artefak, melainkan pusat edukasi budaya dan sejarah yang mengajak pengunjung memahami warisan masa lalu Blitar secara menyeluruh.
Menyusuri Kebun Kopi dengan ATV dan Jeep
De Karanganjar Koffie Plantage membentang di lahan hijau seluas 250 hektare yang dipenuhi tanaman kopi robusta. Untuk memudahkan eksplorasi area yang luas ini, pengunjung dapat menggunakan kendaraan off-road seperti ATV dengan tarif Rp 50 ribu per putaran atau jeep dengan biaya Rp 100 ribu per orang.
Sepanjang perjalanan, pengunjung disuguhi pemandangan hijau yang asri serta papan informasi edukatif yang menjelaskan proses budidaya kopi secara rinci.
Sistem Voucher Fleksibel yang Memudahkan Wisatawan
Pengelola menerapkan kebijakan tiket masuk yang tidak lagi menggunakan tiket konvensional, melainkan sistem voucher seharga Rp 25.000.
Voucher ini dapat ditukarkan dengan berbagai layanan di kawasan, mulai dari konsumsi makanan dan minuman di kafe, pembelian kopi dan souvenir, penyewaan ATV, hingga layanan studio foto.
Sistem ini memberikan fleksibilitas sekaligus meningkatkan peluang pendapatan dari sektor ekonomi kreatif lokal.
Agenda Budaya Tahunan: MANTEN KOPI dan Panggung KPK
Menambah kelengkapan daya tarik wisata, De Karanganjar juga menjadi tuan rumah dua agenda budaya tahunan yang sudah menjadi kalender resmi Pemerintah Kabupaten Blitar: “MANTEN KOPI” dan “Panggung KPK (Kopi Perdamaian Karanganjar)”.
Kegiatan ini menampilkan beragam kesenian, pertunjukan budaya, dan perayaan tradisi kopi yang mempererat hubungan sosial sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya kopi Nusantara.
Fasilitas Penginapan dan Studio Foto Bernuansa Kolonial
Kawasan ini dilengkapi dengan penginapan yang memenuhi standar kenyamanan, memungkinkan wisatawan menginap dan menikmati suasana kebun secara menyeluruh.
Tak kalah menarik, tersedia studio foto dengan tema busana kolonial Belanda, yang memberi pengalaman berfoto unik dan edukatif bagi pengunjung, terutama bagi generasi muda yang ingin mengenal lebih jauh sejarah kolonial melalui cara yang menyenangkan.
Program Volunteer Internasional: Menggali Pengalaman Langsung
Program volunteer selama dua pekan untuk wisatawan mancanegara tetap dijalankan sebagai salah satu program unggulan De Karanganjar.
Peserta dapat belajar langsung proses pengelolaan kebun kopi, dari menanam hingga penyeduhan, tanpa menerima bayaran. Program ini menarik minat wisatawan khususnya dari Eropa, yang ingin memperdalam pengalaman kopi Nusantara dan membangun jembatan budaya antarnegara.
De Karanganjar Koffie Plantage dikelola secara profesional dengan pimpinan Ir. Wima Brahmantya dan pendampingan Komisaris Utama sekaligus owner, H. Herry Noegroho SE.
Manajemen menjalankan misi pelestarian lingkungan, pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta pemberdayaan masyarakat sekitar melalui pelatihan dan kemitraan.
Upaya peningkatan inovasi dalam layanan wisata terus dilakukan agar destinasi ini tetap relevan, menarik, dan berdaya saing tinggi tanpa mengesampingkan nilai sejarah dan budaya.
Harmoni Tradisi dan Inovasi dalam Satu Destinasi Wisata
De Karanganjar Koffie Plantage bersama Museum Noegroho menyajikan destinasi lengkap yang memadukan keindahan alam, pelestarian budaya, dan pengalaman edukasi kopi yang autentik.
Sistem voucher yang fleksibel, agenda budaya tahunan, fasilitas penginapan, studio foto kolonial, serta program volunteer internasional menjadikan kawasan ini sangat menarik bagi wisatawan dalam dan luar negeri.
Melalui jiwa pelestarian dan inovasi berkelanjutan, De Karanganjar berdiri tidak hanya sebagai pengingat warisan sejarah, tetapi juga sebagai pusat wisata budaya dan kopi yang terus berkembang.
Bagi pecinta kopi, pelancong budaya, maupun penikmat sejarah, De Karanganjar Koffie Plantage dan Museum Noegroho wajib menjadi destinasi utama saat mengunjungi Bumi Bungkarno Blitar. (*)
| Pewarta | : Imam Kusnin Ahmad |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |