TIMES JATIM – Kondisi memprihatinkan dialami sepasang suami istri di Kelurahan Blindungan, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso. Rumah yang mereka tempati diketahui dipenuhi tumpukan sampah plastik hingga nyaris tak menyisakan ruang layak huni.
Situasi tersebut telah berlangsung hampir lima tahun terakhir. Bahkan hingga menimbulkan keluhan serius dari warga sekitar.
Bau menyengat yang terus menerus tercium dari rumah tersebut membuat warga akhirnya melaporkan kondisi itu kepada pemerintah setempat.
Ketua RT 16 RW 04 bersama warga sebenarnya telah berulang kali berupaya memberikan pendampingan dan bantuan, namun tidak membuahkan hasil.
Istri pemilik rumah, Titik Muhaiminah (59), menolak pembersihan sampah karena menganggap tumpukan plastik itu sebagai barang berharga.
Sementara sang suami, Anang Kosasih (66), diketahui tengah menderita penyakit TBC dan kondisinya semakin melemah.
Menindaklanjuti keluhan warga, petugas gabungan dari Kelurahan Blindungan, Kecamatan Bondowoso, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, serta Dinas Sosial P3AKB turun langsung ke lokasi.
Proses pembersihan dilakukan selama dua hari dan berhasil mengangkut hampir empat truk sampah dari dalam rumah tersebut.
Usai pembersihan, Titik Muhaiminah langsung dibawa ke Poli Jiwa Seroja RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso untuk mendapatkan penanganan medis.
Plt Lurah Blindungan, Lilin Daryanti mengungkapkan, berdasarkan keterangan warga sekitar, kondisi kejiwaan pemilik rumah diduga mulai terganggu setelah usaha toko plastik miliknya di Pasar Induk Bondowoso terbakar beberapa tahun lalu.
Peristiwa itu disebut meninggalkan beban berat, karena modal usahanya hasil hutang di perbankan dan belum dilunasi.
“Sejak kejadian itu, yang bersangkutan sering memulung plastik. Ada yang dijual, tapi sebagian besar justru ditumpuk di rumah meski dalam kondisi basah dan berbau,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Ia menyebutkan, kondisi rumah sangat tidak layak huni. Hampir seluruh ruangan dipenuhi sampah, bahkan pintu dan tempat tidur tak lagi bisa digunakan sebagaimana mestinya.
Lilin juga menambahkan, pasangan suami istri tersebut telah terputus komunikasi dengan pihak keluarga selama sekitar tiga tahun terakhir.
Selama ini kata dia, mereka bertahan hidup dengan bantuan warga sekitar dan masih tercatat sebagai penerima bantuan sosial.
“Bantuan sosial terakhir masih diterima. Tapi ke depan akan kami evaluasi kembali sesuai kondisi terbaru,” jelasnya.
Ke depan, pihak kelurahan akan berkoordinasi dengan Dinsos P3AKB untuk penanganan kesehatan sang suami, serta menggandeng Komunitas Sarkaspace guna mengelola sisa sampah plastik yang masih tersimpan di gudang rumah tersebut.
“Masih tersisa sekitar satu truk sampah di bagian gudang,” tambah Lilin.
Sementara itu, Petugas Sosial Dinsos P3AKB Bondowoso, Kusuman Nofryandi mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan sejak kapan gangguan kejiwaan tersebut dialami oleh Titik Muhaiminah.
Namun saat ini kata dia, penanganan medis sudah dilakukan. “Sekarang sudah berada di Poli Jiwa Seroja untuk mendapatkan perawatan,” pungkasnya. (*)
| Pewarta | : Moh Bahri |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |