https://jatim.times.co.id/
Pendidikan

Tes Kompetensi Akademik Berlaku, Sekolah Khawatir Siswa Culture Shock

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:03
Tes Kompetensi Akademik Diterapkan, Sekolah Khawatir Siswa Gagap Foto ilustrasi pelajar SMAN di Kabupaten Malang di sela kegiatan sekolah. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, MALANG – Tes Kompetensi Akademik (TKA) resmi diberlakukan sebagai evaluasi pembelajaran akhir siswa. Ada kekhawatiran siswa akan gagap dengan model soal TKA, karena tes ini baru pertama kali diberlakukan.

Kebijakan Tes Kompetensi Akademik ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) RI Nomor 9 Tahun 2025.

Tes tersebut berlaku bagi peserta didik kelas akhir semua jenjang. Yakni, kelas 6 SD/MI, kelas 9 SMP/MTs sederjat dan Kelas 12 SMA/MA/SMK sederajat.

Waka Kurikulum SMAN 1 Kepanjen Kabupaten Malang, Welly Agung Kusuma R. mengungkapkan, potensi ada culture shock atau kaget dan gagap akan dialami peserta didik pada soal-soal TKA nanti.

"Kami khawatir, sepertinya akan ada culture shock. Siswa tiba-tiba ketemu soal berbasis literasi dan numerasi. Bentuk soalnya panjang dan kontekstual," ungkap Welly Kusuma, Kamis (29/1/2026).

Sementara, lanjutnya, anak-anak jarang membaca teks panjang. Juga, tidak terbiasa menyaring informasi penting yang sifatnya tekstual.

"Konsekuensinya, bisa jadi siswa salah menjawab soal karena salah baca, bahkan salah hitung. Dalam soal numerasi dan literasi, biasanya lintas mapel," kata Welly.

Pada tahun pertama TKA diterapkan kini, sebut Welly, seperti apa soalnya tidak bisa diprediksi. Hal ini mengingat tidak pernah ada sebelumnya, untuk dilakukan ditelaah.

Lain halnya, pada tahun ke-2 dan seterusnya, guru biasanya akan bisa membahas soal-soal TKA tahun sebelumnya.

Guru Bahasa Indonesia SMPN 5 Kepanjen, Diah Nur R., mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, soal TKA yang banyak memuat literasi numerasi akan lebih menyulitkan pemahaman siswa saat mengerjakannya.

"Sebagai guru dalam mapel Bahasa Indonesia, yang Saya takutkan adalah daya baca anak, dimana mereka tidak terbiasa dengan redaksi soal bacaan panjang," kata Diah Nur.

Hal ini, menurutnya, karena anak-anak saat ini memang lebih suka dengan konten yang dilihat sekilas.

"Jadi, anak-anak itu keseringan melihat konten reel dan sejenisnya. Kalau ada video atau teks panjang, biasanya cuma di-skip sekilas cepat-cepat," resah Diah.

Terkait kisi-kisi soal TKA, menurutnya sudah ada, dan sudah sering dijadikan bahan pembelajaran mapel. Sehingga, peserta didik sebenarnya sudah mengenali lebih awal model soal TKA.

"Ya, memang itu tadi. Khawatirnya anak nggak suka membaca. Kalau sudah begitu, walaupun soalnya mudah, bisa saja tidak bisa (menjawab)," pungkasnya. (*)

Pewarta : Khoirul Amin
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.