TIMES JATIM, BLITAR – Pariwisata di sekitar JLS Blitar: bagaimana mengembangkannya secara berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat?
Dengan semakin lancarnya akses melalui JLS, beberapa destinasi wisata di sekitar Blitar yang selama ini kurang dikenal akan mendapatkan peluang besar untuk berkembang. Antara lain:
- Pantai Peh Pulo: Pantai dengan pasir putih yang terletak di Kecamatan Bakung, memiliki keunikan bentuk daratan yang menjorok ke laut dan menjadi habitat bagi berbagai jenis burung laut
- Pantai Pudak: Destinasi dengan pemandangan tebing yang indah dan ombak yang cocok untuk aktivitas bermain pasir dan berenang keluarga
- Curug-Curug Wilis: Serangkaian air terjun yang berada di lereng Gunung Wilis, menawarkan suasana alam sejuk dan potensi untuk trekking serta edukasi ekologi.
Rencana pengembangan tahun 2026 sangat konkret, meliputi:
- Pembangunan Terminal Wisata: Akan dibangun di lokasi strategis dekat dengan kelompok destinasi pantai, dilengkapi dengan area parkir yang cukup, informasi pusat wisata, fasilitas umum yang bersih, dan titik awal perjalanan ke berbagai objek wisata
Aktivitas Baru yang Beragam:
Snorkeling di area terumbu karang dekat Pantai Peh Pulo, dengan fokus pada pengamatan hayati bukan eksploitasi.
Program edukasi konservasi yang melibatkan pengunjung dalam kegiatan penanaman mangrove atau pemantauan kesehatan terumbu karang.
Pertunjukan seni budaya lokal seperti tari reog atau tari jathilan yang akan diselenggarakan secara berkala di area terbuka dekat terminal wisata.
Model Pengelolaan Berbasis Masyarakat
Gubernur Khofifah secara tegas mendukung pengelolaan destinasi wisata oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan pendampingan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur. Model ini memiliki manfaat yang jelas:
Kekuasaan kepada Masyarakat: BUMDes sebagai badan usaha yang dimiliki dan dikelola oleh desa akan memastikan bahwa keputusan tentang pengembangan wisata sesuai dengan keinginan dan kepentingan masyarakat lokal.
Pendampingan Profesional: Disbudpar akan memberikan pelatihan tentang manajemen destinasi wisata, promosi, dan keamanan wisatawan, sehingga pengelolaan tidak hanya mandiri tetapi juga sesuai dengan standar nasional.
Rencana Festival Pantai Selatan Blitar Juli 2026: Acara ini dirancang sebagai ajang promosi besar-besaran yang akan menghadirkan berbagai atraksi seperti lomba memasak kuliner pantai, pameran produk lokal, dan pentas musik daerah. Targetnya adalah menarik minimal 5.000 pengunjung dari dalam dan luar provinsi untuk memperkenalkan potensi wisata Blitar.
Strategi Menghadapi Risiko dan Memastikan Keberlanjutan
Bupati Rijanto menekankan pentingnya belajar dari kesalahan pengembangan wisata di daerah lain yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan ketidakadilan dalam pembagian manfaat. Untuk itu, telah direncanakan langkah konkret:
Penataan Lingkungan yang Kuat
Penanaman mangrove di sekitar pantai dengan target 10.000 bibit pada tahun 2026, yang tidak hanya melindungi pesisir dari abrasi tetapi juga menjadi habitat bagi biota laut dan daya tarik wisata ekologi.
Pembuatan area konservasi terumbu karang dengan bantuan ahli dari Universitas Negeri Malang, yang akan melakukan pemulihan terumbu karang dan membatasi area aktivitas agar tidak merusak ekosistem.
Pembangunan sistem pengelolaan sampah yang terpadu, dengan tempat pembuangan sementara di setiap destinasi dan rencana pembuatan tempat pengolahan sampah daur ulang oleh BUMDes.
Pemberdayaan Masyarakat Secara Merata
Pelatihan untuk menjadi pemandu wisata lokal: Akan dibuka pendaftaran bagi masyarakat sekitar, dengan materi yang mencakup pengetahuan tentang flora dan fauna lokal, sejarah daerah, serta keterampilan komunikasi dengan pengunjung. Targetnya 100 pemandu wisata bersertifikat pada akhir 2026.
Program penjaga lingkungan: Masyarakat akan diberi kesempatan untuk bekerja sebagai penjaga kebersihan dan keamanan destinasi wisata, dengan upah yang layak dan tunjangan tambahan.
Pendampingan usaha kecil: BUMDes akan membantu masyarakat membuka rumah makan kecil, warung oleh-oleh, atau penyewaan peralatan wisata, dengan pelatihan tentang kebersihan makanan dan manajemen usaha.
Peluang Yang Harus Dihitung dengan Cermat
Potensi pariwisata di sekitar JLS Blitar sungguh luar biasa dan memiliki kemampuan untuk mengubah wajah ekonomi wilayah tersebut. Namun, keberhasilan pengembangannya tidak hanya tergantung pada seberapa banyak pengunjung yang datang, tetapi juga pada bagaimana pengelolaan dilakukan – apakah mampu menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan bahwa manfaat ekonomi dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat lokal.
Dengan model pengelolaan berbasis BUMDes, dukungan dari pemerintah, dan langkah-langkah konservasi yang jelas, pariwisata Blitar bisa menjadi contoh sukses pengembangan wisata berkelanjutan di Jawa Timur. (Bersambung ke-4 Tamat). (*)
***
* Oleh: Imam Kusnin Ahmad SH. Wartawan Aktif di PW ISNU
*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id
____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]
**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.
| Pewarta | : Imam Kusnin Ahmad |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |