TIMES JATIM, SITUBONDO – BPBD Situbondo, Jawa Timur, mencatat jumlah rumah warga yang terdampak banjir bandang pada Rabu (21/1) malam bertambah menjadi 7.435 unit, dari sebelumnya 6.328 unit. Ribuan rumah tersebut tersebar di enam kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah rumah terdampak banjir luapan air sungai terjadi setelah tim dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD terus melakukan asesmen di lapangan.
“Selain menangani pascabanjir, tim BPBD juga terus melakukan asesmen ke lokasi terdampak banjir,” ujarnya di Situbondo, Minggu.
Berdasarkan data terbaru, dampak banjir paling parah akibat luapan Sungai Lubawang terjadi di Kecamatan Banyuglugur dengan total 1.271 unit rumah terdampak. Rinciannya, Desa Kalianget sebanyak 1.065 rumah, Desa Banyuglugur 65 rumah, Desa Lubawang 140 rumah, serta Desa Tepos satu rumah.
Sementara itu, di Kecamatan Besuki, tercatat 5.414 rumah terdampak banjir. Rumah-rumah tersebut tersebar di Desa Pesisir sebanyak 2.822 rumah, Desa Kalimas 238 rumah, Desa Demung 44 rumah, Desa Besuki 2.306 rumah, dan Desa Bloro empat rumah.
Hujan dengan intensitas tinggi pada Rabu (21/1) juga menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap dan menggenangi 113 rumah warga di Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan.
Adapun di Kecamatan Mlandingan, sebanyak 402 unit rumah terdampak, masing-masing tersebar di Desa Selomukti sebanyak 305 rumah dan Desa Mlandingan Kulon 97 rumah. Selanjutnya, di Desa Kendit, Kecamatan Kendit, tercatat 227 rumah terdampak, serta delapan rumah di Desa Curah Suri, Kecamatan Jatibanteng.
“Kami akan terus memperbarui data rumah terdampak banjir, termasuk fasilitas umum, lembaga pendidikan, lahan pertanian, serta infrastruktur jalan maupun jembatan,” kata Timbul. (*)
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |