TIMES JATIM, MALANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang bergerak cepat melakukan pembersihan sampah pasca kegiatan Mujahadah Kubro 1 Abad NU yang berpusat di Stadion Gajayana Malang. Hingga saat ini, proses pembersihan telah berjalan dan memasuki tahap pengangkutan sampah yang terkumpul di sejumlah titik, baik di dalam Stadion Gajayana maupun di luar area stadion.
Pelaksana harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Raymond Hatigoran Matondang mengatakan, pengangkutan sampah dilakukan di beberapa ruas jalan sekitar lokasi kegiatan, seperti Jalan Semeru, Jalan Welirang, Jalan Lawu, dan Jalan Merapi.
“Pembersihan sudah dilakukan, tinggal pengangkutan sampah yang terkumpul di titik-titik tersebut. Target penyelesaian maksimal 12 jam,” ujar Raymond, Minggu (8/2/2026).
Sampah yang terkumpul selanjutnya langsung dibawa ke TPA Supiturang. Sementara sebagian sampah lainnya terlebih dahulu dikirim ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) untuk dilakukan pemilahan.
Dalam mendukung percepatan pengangkutan, DLH Kota Malang menambah armada berupa enam unit pikap roda empat, tiga unit truk, serta truk pengangkut sampah yang telah disiagakan di area stadion.

Raymond menyebutkan, volume sampah diperkirakan mencapai sekitar 70 ton, sesuai dengan prediksi awal. Meski volumenya besar, sebagian besar sampah tergolong ringan karena didominasi plastik, styrofoam bekas makanan, serta kertas pembungkus.
“Kami mengapresiasi jamaah yang telah mengumpulkan sampah di titik-titik yang disediakan. Hal ini sangat memudahkan proses pengangkutan oleh petugas,” ungkapnya.
Sementara, salah satu petugas kebersihan DLH Kota Malang, Sutaji nampak gercep mengumpulkan sampah yang ditinggalkan para jemaah.
“Iya mas saya bersihkan langsung, saya kumpulkan. Tinggal nunggu truk sampah tinggal kita angkut saja,” ucapnya.
Sebegai informasi, DLH Kota Malang juga dibantu oleh Pramuka, PMI, kader lingkungan, pelajar SMA bidang kesehatan, serta sejumlah forum masyarakat. Sebanyak 1.000 trash bag disiapkan di area dalam stadion, area luar, hingga sudut-sudut lokasi kegiatan. Selain itu, disediakan tempat sampah portable dengan rincian 40 unit di dalam stadion dan sekitar 60 unit di area luar, dengan total penggunaan mencapai 200 unit.
DLH Kota Malang menurunkan 1.194 petugas kebersihan, dengan 500 petugas difokuskan di area dalam dan luar stadion. Petugas dibagi dalam lima shift, mulai pagi, sore, pukul 21.00, 23.00, hingga pukul 01.00 WIB menjelang salat Subuh dan berakhir setelah acara selesai.
Selain kebersihan, DLH juga menyiapkan fasilitas sanitasi dengan bekerja sama bersama Pemkot Batu dan Cipta Karya Kabupaten Malang. Toilet mobil dari Kota Batu ditempatkan di sisi timur Stadion Gajayana dan di kawasan Perpustakaan Jalan Semeru, sementara dari Kabupaten Malang ditempatkan di area parkir barat stadion. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Gercep Bersihkan Sampah Mujahadah Kubro 1 Abad NU, DLH Kota Malang Angkut 70 Ton
| Pewarta | : Rizky Kurniawan Pratama |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |