TIMES JATIM, MALANG – Lapangan Stadion Gajayana, Kota Malang, berubah menjadi lautan warna pada pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), Sabtu malam. Hujan gerimis yang turun justru menghadirkan pemandangan khas, ketika ribuan jemaah membuka payung dengan beragam warna dan motif.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 00.00 WIB, Minggu (8/2/2026) jemaah yang mengenakan pakaian putih-putih dengan hasduk hijau berlogo NU telah memenuhi area tengah lapangan. Payung-payung berwarna merah, biru, hijau, hingga hitam tampak terbentang rapi, menciptakan kontras visual dengan hamparan rumput stadion.
Meski diguyur gerimis, jemaah tetap duduk tertib di atas alas yang mereka bentangkan. Payung menjadi pelindung sekaligus saksi kekhusyukan doa dan shalawat yang terus dilantunkan sebagai bagian dari mujahadah kubro.
Dari kejauhan, pemandangan payung yang bergerak perlahan mengikuti arah angin menyerupai gelombang. Suasana ini mempertegas semangat kebersamaan dan keteguhan jemaah NU dalam merawat tradisi spiritual, meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Mujahadah Kubro dalam rangka Harlah 1 Abad NU ini menjadi salah satu agenda puncak peringatan satu abad perjalanan NU. Hingga menjelang dini hari, jemaah masih bertahan di lapangan stadion, mengikuti rangkaian doa bersama dengan penuh khidmat. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Lautan Payung Warnai Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Stadion Gajayana
| Pewarta | : Rizky Kurniawan Pratama |
| Editor | : Imadudin Muhammad |