https://jatim.times.co.id/
Berita

Integrasikan Madin, Cara SMPN 2 Kebonagung Pacitan Perkuat Akhlak Siswa

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:19
Integrasikan Madin, Cara SMPN 2 Kebonagung Pacitan Perkuat Akhlak Siswa Guru Madin Al-Ikhlas mengajarkan Alquran pada siswa SMPN 2 Kebonagung Pacitan. (Foto: Enjang Fitrianingrum for TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, PACITANSMPN 2 Kebonagung Pacitan, mulai 20 Januari 2026 resmi mengintegrasikan Program Madrasah Diniyah (Madin) Al-Ikhlas ke dalam kegiatan sekolah. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat pendidikan keagamaan sekaligus membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia sejak dini.

Program Madin terintegrasi ini dirancang agar siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dasar keagamaan yang kuat. Seluruh siswa mengikuti pembelajaran diniyah secara berjenjang sesuai kemampuan masing-masing, mulai dari tingkat Iqro’ hingga pendalaman bacaan Al-Qur’an.

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran difokuskan pada kemampuan membaca Al-Qur’an dengan memperhatikan makhraj dan kaidah tajwid. Pengelompokan dilakukan secara proporsional agar setiap siswa mendapatkan pendampingan yang tepat tanpa merasa terbebani.

Selain literasi Al-Qur’an, materi Madin juga mencakup penguatan pemahaman keislaman dan pembiasaan akhlak positif dalam kehidupan sehari-hari. Siswa dibimbing untuk menerapkan nilai-nilai agama dalam sikap, tutur kata, dan etika pergaulan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kepala SMPN 2 Kebonagung, Ibnu Hajar Kuncoro, menegaskan bahwa integrasi Madin merupakan bagian dari upaya menyeimbangkan pendidikan ilmu pengetahuan dengan pembentukan karakter. Program ini dikelola secara terstruktur di bawah koordinasi Muhammad Yasin dan Nurdin Subiyarto, dengan dukungan penuh seluruh guru.

Sementara itu, Kepala Madin Al-Ikhlas, Supatmi, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk mendekatkan layanan pendidikan agama kepada siswa sekolah formal.

“Dengan pengelompokan sesuai kemampuan Iqro’ dan Al-Qur’an, setiap anak mendapatkan perhatian yang pas. Harapannya, tidak ada siswa yang tertinggal dalam pendidikan agama,” ujarnya.

Integrasi Madin Al-Ikhlas ini menjadi penanda arah baru SMPN 2 Kebonagung sebagai sekolah berbasis karakter religius. Program tersebut tidak sekadar menambah jam pelajaran, tetapi membangun ekosistem pendidikan yang menempatkan nilai keagamaan sebagai fondasi pembentukan kepribadian siswa.

Langkah ini juga mendapat respons positif dari orang tua dan masyarakat. Mereka mulai merasakan perubahan pada kedisiplinan serta sikap religius anak-anak di rumah.

Dengan manajemen yang solid dan sinergi antara sekolah formal dan Madrasah Diniyah, SMPN 2 Kebonagung kian memantapkan diri sebagai lembaga pendidikan yang mampu memadukan kecerdasan intelektual dengan keteguhan akhlak. (*)

Pewarta : Yusuf Arifai
Editor : Hendarmono Al Sidarto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.