https://jatim.times.co.id/
Berita

Sinergi Disperpusip dan BPBD Jatim: Edukasi Literasi Kebencanaan Lewat Dongeng

Selasa, 03 Februari 2026 - 17:33
Cara Unik BPBD dan Disperpusip Jatim Edukasi Mitigasi Bencana Melalui Metode Read Aloud Disperpusip Jatim memberikan pelatihan mendongeng kepada staf BPBD Jatim sebagai proses pemulihan psikologi anak-anak korban bencana, Selasa (3/2/2026). (Foto: Dok.Disperpusip Jatim)

TIMES JATIM, SIDOARJO – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jawa Timur bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur untuk memperkuat layanan literasi kebencanaan. Kolaborasi ini diwujudkan melalui pelatihan mendongeng dan workshop membaca nyaring (read aloud) bagi 22 staf BPBD Jatim di Waru, Sidoarjo, Selasa (3/2/2026).

Kepala Disperpusip Jatim, Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si., menyatakan bahwa sinergi ini bertujuan memberikan layanan holistik kepada masyarakat, khususnya para pengungsi di lokasi bencana.

"Kami berharap langkah ini memberikan pendekatan pemahaman yang benar kepada masyarakat seputar penanganan bencana melalui literasi," ujar Tiat S. Suwardi di sela kegiatan.

Dongeng sebagai Media Edukasi Efektif

Menurut Tiat, mendongeng merupakan metode jitu untuk memberikan edukasi sederhana namun menarik mengenai bencana alam. Aspek ketenangan, simulasi tindakan, dan kepatuhan menjadi poin utama yang disisipkan dalam narasi dongeng.

"Cara ini sangat ampuh memberikan pemahaman kepada anak-anak soal bahaya bencana. Kami membagikan tips dan trik mendongeng kepada teman-teman BPBD agar pesan siaga bencana bisa tersampaikan dengan baik," jelas mantan Pjs Bupati Ngawi tersebut.

Salah satu teknik yang diajarkan adalah penggunaan tokoh hewan yang cerdik untuk menyampaikan alur pra-bencana, saat kejadian, hingga pasca-bencana. Tiat menekankan bahwa literasi bukan sekadar membaca, melainkan kemampuan memahami dan memecahkan masalah dengan mengoptimalkan panca indra.

Apresiasi Pojok Baca BPBD Jatim

Dalam kesempatan tersebut, Tiat juga memberikan apresiasi kepada BPBD Jatim yang berhasil meraih juara pertama lomba Pojok Baca garapan DWP Provinsi Jawa Timur. Fasilitas ini dinilai telah memenuhi kriteria sarana, koleksi, hingga inovasi SDM.

"Mari kita gerak bersama menjadikan perpustakaan sebagai sahabat dan tempat yang selalu dirindukan untuk bertumbuh, belajar, dan berbagi cerita," imbuhnya.

Praktik 'Read Aloud' dan Literasi Dini

Hadir sebagai pemateri, Kartikanita Widyasari atau Kak Ninit dari Kumpul Dongeng Surabaya, menekankan pentingnya menumbuhkan imajinasi anak melalui buku. Ia mempraktikkan metode read aloud dengan judul "Awas, Banjir Datang" yang juga disiarkan secara daring melalui program Dolen (Dongeng Online) di Instagram Disperpusip Jatim.

"Dongeng adalah pintu masuk agar anak keranjingan membaca. Melalui ekspresi yang imajinatif, anak-anak akan mulai menyukai buku," ungkap Kak Ninit di hadapan 87 siswa TK Terpadu Baiturrahman Sidoarjo.

Dalam dongengnya, Kak Ninit menyisipkan pesan lingkungan tentang penyebab banjir, seperti penumpukan sampah di sungai dan hilangnya daerah resapan air. Ia mengajak anak-anak melakukan langkah kecil seperti menjaga kebersihan lingkungan dan mendaur ulang sampah. (*)

Pewarta : Lely Yuana
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.