TIMES JATIM, BANDUNG – Desa Cibodas kini tengah bersiap memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Wilayah yang berada di ketinggian 1.000-1.200 meter di atas permukaan laut ini memiliki kekayaan alam mulai dari udara sejuk, bentang alam hutan lindung, hingga komoditas labu siam yang ikonik.
Meskipun telah menyandang status sebagai Desa Wisata Rintisan sejak Desember 2022, optimalisasi potensi tersebut masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal manajemen bisnis dan infrastruktur.
Menanggapi tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Telkom yang terdiri dari Jurry Hatammimi, Lia Yuldinawati dan Mohammad Tyas Pawitra, menggelar program pelatihan dan pendampingan penyusunan business plan bagi kelompok masyarakat.
Berdasarkan identifikasi lapangan, Desa Cibodas selama ini masih terkendala oleh minimnya investor, terbatasnya wadah bagi kesenian lokal untuk menjadi daya tarik wisata, serta kurangnya pengetahuan dalam pengelolaan produk turunan pertanian.
Padahal, desa ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi lokasi agrowisata, paralayang, off-road, hingga area camping ground.
"Solusi yang kami tawarkan adalah pembekalan keterampilan merancang paket wisata yang menarik dan berkelanjutan," jelas salah satu tim pengabdian, Jurry Hatammimi pada Jumat (9/1/2026).
Melalui penyusunan rencana bisnis yang matang, masyarakat diharapkan mampu melakukan riset pasar secara mandiri, menghitung proyeksi keuangan, hingga menentukan strategi pemasaran yang efektif.
Kolaborasi Lintas Sektor
Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Desa Cibodas ini melibatkan berbagai mitra strategis desa, di antaranya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), dan Karang Taruna Desa Cibodas.
"Para peserta dilatih menggunakan pendekatan partisipatif dan praktis, di mana materi disesuaikan langsung dengan kondisi kontekstual sumber daya di Desa Cibodas," ujarnya.
Nantinya, Pokdarwis dan Karang Taruna akan berperan dalam pengumpulan data potensi lokal dan riset pasar. Sementara itu, BUMDES akan bertindak sebagai pengelola utama yang mengimplementasikan rencana bisnis tersebut setelah divalidasi.
Program ini tidak berhenti pada tahap pelatihan saja. Sebagai bentuk keberlanjutan, tim pengabdian masyarakat akan melakukan monitoring dan evaluasi pasca-implementasi.
Langkah ini bertujuan memastikan bahwa rencana bisnis yang telah disusun dapat berjalan secara nyata di lapangan, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mencegah urbanisasi penduduk melalui pembukaan lapangan kerja sektor pariwisata.
"Sinergi antara akademisi dan perangkat desa, Desa Cibodas optimis dapat mengubah potensi alamnya menjadi peluang ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan, selaras dengan visi pengembangan eco-village," ujarnya. (*)
| Pewarta | : Akmalul Azmi |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |