TIMES JATIM, SURABAYA – Pemerintah Kota Probolinggo membawa kabar baik bagi para pelaju dan wisatawan. Berdasarkan hasil audiensi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pengoperasian Commuter Line rute Surabaya-Probolinggo ditargetkan terealisasi sebelum Lebaran 2026.
Kepastian ini muncul setelah usulan perpanjangan layanan Commuter Line Supas (Surabaya – Pasuruan) hingga Stasiun Probolinggo disetujui oleh Kemenhub. Menyusul persetujuan tersebut, Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, langsung menggelar pertemuan dengan Dirjen Perkeretaapian di Jakarta guna membahas langkah teknis ke depan.
Dampak Ekonomi dan Konektivitas Wilayah
Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa kehadiran layanan ini akan sangat membantu mobilitas warga.
"Ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang setiap hari melakukan perjalanan commuter antarwilayah dari Kota Probolinggo menuju Surabaya," kata Wali Kota Probolinggo Aminuddin dalam keterangannya di Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (9/1/2026).
Ia optimis bahwa transportasi yang lebih efektif akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mengintegrasikan konektivitas wilayah, dan mendukung sektor pariwisata. Dengan perjalanan yang lebih cepat dan aman, Probolinggo diharapkan menjadi destinasi belanja dan wisata yang semakin menarik.
Kesiapan Sarana dan Prasarana
Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, menyatakan dukungan penuh terhadap usulan Pemkot Probolinggo. Pihaknya kini tengah melakukan penelaahan serius terhadap potensi Stasiun Probolinggo.
"Kami akan melihat kesiapan kereta Commuter Indonesia dalam persiapan sarananya. Di sisi lain, kami memastikan commuter line yang sudah ada, standar pelayanan tetap terjaga. Apabila ada perpanjangan dan ada sarana yang perlu ditambahkan, akan dievaluasi bersama," jelas Allan.
Mengingat target realisasi sebelum Lebaran 2026 untuk mengurai kepadatan arus mudik, Allan meminta koordinasi intensif antara Pemkot, KCI, dan PT KAI, terutama dalam peningkatan fasilitas stasiun seperti penambahan tempat duduk dan toilet.
Analisis Potensi Penumpang
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Kemenhub, Arif Anwar, memaparkan bahwa perpanjangan rute dari Pasuruan ke Probolinggo ini mencakup jarak 38,6 kilometer. Potensi penumpang di wilayah ini tergolong tinggi, terbukti dari data okupansi kereta api jarak jauh yang sudah ada.
“Demand cukup bagus. Di Probolinggo volume turun naik dari kereta-kereta yang melayani, jumlahnya cukup besar. Pada Januari hingga November 2025 ada 15.722 penumpang turun dan naik di Probolinggo,” ungkap Arif.
Rencana Operasional dan Jadwal
Meski prospeknya menjanjikan, terdapat beberapa aspek teknis yang harus disiapkan, mulai dari kajian potensi penumpang, penyesuaian Standar Pelayanan Minimal (SPM), hingga izin operasi dan anggaran Public Service Obligation (PSO).
Kemenhub telah merencanakan pola operasional dua kali keberangkatan dengan rincian jadwal sebagai berikut.
-
Pagi Hari:
-
Berangkat dari Surabaya pukul 01.50 WIB, tiba di Probolinggo pukul 03.45 WIB.
-
Berangkat dari Probolinggo pukul 04.10 WIB, tiba di Surabaya pukul 06.42 WIB.
-
-
Malam Hari:
-
Berangkat dari Surabaya pukul 21.22 WIB, tiba di Probolinggo pukul 23.36 WIB. (*)
-
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Commuter Line Surabaya-Probolinggo Target Beroperasi Sebelum Lebaran 2026
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Deasy Mayasari |