TIMES JATIM, BANYUWANGI – Siapa sangka, buah eksotis yang kini menjadi buruan kolektor kuliner nusantara, Durian Merah Banyuwangi, dulunya punya sejarah kelam.
Buah bernama latin Durio zibethinus L ini, pernah dianggap beracun hingga nyaris punah karena ditebang massal, kini durian berwarna mencolok ini justru resmi mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan HAM.
Mitos Beracun dan Masa Kelam
Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Durian Merah Banyuwangi, Slamet Baktiman, menceritakan, bahwa pada zaman dahulu, mayoritas durian di Banyuwangi berwarna putih. Munculnya durian dengan daging buah berwarna merah justru memantik kecurigaan, bukan kekaguman.
Dokumen sertifikat Indikasi Geografis (IG) Durian Merah Banyuwangi dari Kementerian Hukum dan HAM. (Foto: Dok.TIMES Indonesia)
"Masyarakat saat itu takut memakannya. Ada kekhawatiran mengandung racun atau menyebabkan sakit perut karena warnanya yang tidak lazim," ujar pria yang akrab disapa Baktiman, Kamis, (29/1/2026).
Ketakutan kolektif ini berdampak fatal. Hampir 80 hingga 90 persen pohon durian merah di Banyuwangi ditebang habis oleh petani.
Beruntung, segelintir pohon berhasil selamat di tangan para petani yang kemudian memberi nama unik secara personal, seperti Si Kesumbo, Si Kidang, dan Si Lipen.
Titik Balik dan Pengakuan Sains
Momentum kebangkitan buah ini terjadi pada masa kepemimpinan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas (periode pertama). Pemkab Banyuwangi mulai melakukan uji coba dan tes rasa untuk membuktikan bahwa durian ini aman dikonsumsi. Hasilnya mengejutkan, tidak hanya aman, rasanya pun memiliki sensasi yang unik dan lezat.
Wajah durian merah Banyuwangi jadi kebanggaan masyarakat Bumi Blambangan. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia)
Riset mendalam dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap tabir di balik warna merahnya. Faktor tanah, cuaca, dan iklim spesifik di Banyuwangi menjadi kunci.
"Kandungan tanah yang berbeda di beberapa titik wilayah Banyuwangi inilah yang secara alami membentuk pigmen warna merah pada daging buahnya," ungkapnya.
Setelah melalui proses panjang, Durian Merah Banyuwangi kini telah ditetapkan sebagai produk dengan perlindungan Indikasi Geografis.
Tidak hanya itu, enam varietas Durian Merah juga telah mengantongi SK Menteri Pertanian sebagai varietas unggul nasional, diantaranya yakni, Balqis, SOJ, Gandrung, Sayu Wiwit, Tawangalun dan Madu Blambangan.
Keenam varietas ini tersebar di wilayah geografis khusus, mulai dari Kecamatan Songgon, Rogojampi, Singojuruh, Glagah, Licin, hingga Srono.
Penetapan IG ini diharapkan mampu menjaga keaslian dan meningkatkan nilai ekonomi petani lokal, sekaligus mengukuhkan posisi Banyuwangi sebagai surga durian eksotis di Indonesia. (*)
| Pewarta | : Fazar Dimas Priyatna |
| Editor | : Imadudin Muhammad |