https://jatim.times.co.id/
Berita

Hadirkan Narsum Kemensos RI, Dinsos Pacitan Kumpulkan 172 Operator Desa untuk Benahi DTSEN

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:12
Hadirkan Narsum Kemensos RI, Dinsos Pacitan Kumpulkan 172 Operator Desa untuk Benahi DTSEN Suasana Ratusan Operator desa saat mendapatkan arahan berkaitan DTSEN di Pendapa Pacitan Kamis (29/1/2025). (Foto: Rojihan/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, PACITAN – Dinas Sosial Kabupaten Pacitan (Dinsos Pacitan) menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Pendopo Kabupaten Pacitan, Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti operator data dari 172 desa di Pacitan.

Kepala Dinsos Pacitan Heri Setijono mengatakan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi masih ditemukannya ketidaksesuaian data DTSEN dengan kondisi riil di lapangan.

Menurutnya, Dinsos berperan sebagai pengguna data dalam penyaluran bantuan sosial, bukan sebagai pemilik data. “Dinsos ini bukan pemilik data, kami hanya pengguna. Kami memakai data DTSEN, tetapi di lapangan masih ditemukan ketidaksesuaian. Dari situ muncul gagasan menggelar kegiatan ini,” ujar Heri.

Ia menjelaskan, seluruh desa di Pacitan mengirimkan operator untuk mengikuti sosialisasi dan bimtek. Dinsos Pacitan juga telah menjalin kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) sehingga sistem data dapat terhubung.

“Operator berasal dari desa masing-masing, total 172 desa. Dengan BPS kita sudah kerja sama dan sistemnya sudah terhubung,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Dinsos Pacitan menghadirkan narasumber dari Kementerian Sosial RI. Materi disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemensos terkait teknis pengelolaan dan pemutakhiran DTSEN.

“Kita datangkan langsung dari Pusdatin Kemensos. Output-nya nanti ada aksi di lapangan untuk updating data,” kata Heri.

Melalui kegiatan ini, Heri berharap seluruh pemangku kepentingan mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), camat, pemerintah desa, hingga operator memiliki pemahaman yang sama tentang DTSEN.

“Harapannya ada kesamaan pemahaman. Ke depan kita bisa punya langkah yang selaras dalam menyikapi dinamika di lapangan,” ujarnya.

Ia menegaskan, ketidaktepatan data sosial ekonomi merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, setelah sosialisasi dan bimtek, akan ada tindak lanjut berupa pelatihan teknis dan pembaruan data secara berkelanjutan.

“Yang penting ada aksi di lapangan. Operator akan kita latih langsung dan pembaruan dilakukan terus menerus sesuai perubahan kondisi masyarakat,” tutur Heri.

Setelah materi umum, para operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) desa juga dijadwalkan mengikuti pelatihan khusus yang dipandu tim Kemensos.

Heri berharap peran aktif operator desa dapat menghasilkan potret kondisi sosial ekonomi warga yang lebih akurat. Warga pada desil 1 sampai 5 yang belum menerima bantuan sosial, kata dia, dapat segera diusulkan.

“Kalau ada warga di desil 1 sampai 5 belum menerima bansos bisa diusulkan. Jika penentuan desil kurang tepat, bisa dicek dan diverifikasi ulang,” katanya.

Ia juga mengimbau operator SIKS-NG melayani masyarakat dengan sabar dan terbuka terhadap masukan warga. Hadirkan Kemensos, Dinsos Pacitan Kumpulkan 172 Operator Desa untuk Pembenahan DTSEN (*)

Pewarta : Rojihan
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.