https://jatim.times.co.id/
Berita

Gas Elpiji 3 Kg Langka Menjadi Fenomena Tahunan di Bondowoso

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:12
Gas Elpiji 3 Kg Langka Menjadi Fenomena Tahunan di Bondowoso Kondisi gas elpiji 3 Kg di Kabupaten Bondowoso mulai susah menjelang Ramadan (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, BONDOWOSO – Fenomena sulitnya memperoleh elpiji 3 kilogram kembali dirasakan warga Kabupaten Bondowoso. Kondisi ini nyaris menjadi pola tahunan yang kerap muncul menjelang bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri. 

Selain pasokan yang terasa seret, harga gas melon di tingkat pengecer juga cenderung mengalami kenaikan.

Pantauan di salah satu pangkalan, Mekar Jaya Bondowoso, antrean warga terlihat mengular hampir setiap hari dalam sepekan terakhir. 

Bahkan sebelum pangkalan mulai beroperasi, puluhan warga sudah memadati lokasi demi mendapatkan elpiji subsidi tersebut.

Di sejumlah kecamatan pinggiran, ketersediaan LPG 3 kilogram nyaris nihil di tingkat pengecer. Kecamatan Tlogosari menjadi salah satu wilayah yang terdampak. 

Tabung gas subsidi sulit ditemukan, dan jika pun tersedia, harganya melambung jauh di atas ketentuan pemerintah, berkisar antara Rp22 ribu hingga Rp25 ribu per tabung.

Kondisi tersebut membuat warga tidak punya pilihan selain mencari gas ke pusat kota. Pasar Induk Bondowoso pun menjadi tujuan utama. Namun harapan mendapatkan gas dengan harga lebih terjangkau justru berujung pada antrean panjang yang melelahkan.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean pembelian LPG 3 kilogram mengular sejak pagi hari. Warga berdesakan demi mendapatkan satu tabung gas. 

Ketegangan sempat terjadi ketika sejumlah warga terlibat adu mulut akibat berebut antrean. Situasi nyaris berujung bentrokan sebelum akhirnya dilerai oleh warga lain.

Salah seorang warga Kecamatan Tlogosari berinisial WD mengaku terpaksa menempuh jarak jauh demi mendapatkan gas. Menurutnya, kondisi di desa sudah tidak memungkinkan.

“Di desa kosong semua. Kalau ada, harganya sampai Rp25 ribu. Di pasar induk ini harganya Rp18 ribu, tapi antreannya panjang. Orang-orang sudah emosi karena sama-sama butuh,” katanya, Kamis (29/1/2026).

Warga berharap pemerintah tidak sekadar mengeluarkan imbauan, tetapi benar-benar turun tangan dengan langkah konkret. 

“Mulai dari penambahan pasokan, pengawasan ketat jalur distribusi, hingga penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang diduga mempermainkan harga LPG bersubsidi,” paparnya. 

Sementara Pemilik Pangkalan Mekar Jaya, Harry membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut antrean panjang terjadi hampir setiap pagi, dan situasi itu sempat terekam video yang kemudian beredar luas di media sosial. 

Menurutnya, lonjakan pembeli dipicu oleh kelangkaan elpiji 3 kilogram di sejumlah wilayah sekitar.

“Permintaan meningkat karena di tempat lain sulit mendapatkan gas melon. Sementara jatah kami dari agen tetap, yakni 100 tabung per hari,” ujarnya.

Harry menambahkan, jumlah warga yang mengantre terus bertambah dari hari ke hari. Namun, keterbatasan stok membuat tidak semua pembeli dapat terlayani. Tak jarang, warga yang sudah lama mengantre terpaksa pulang dengan tangan kosong.

“Ada yang sudah antre lama, tapi begitu giliran tiba, stok sudah habis,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Agung Nurhidayat, menjelaskan bahwa meningkatnya permintaan masyarakat menyebabkan pasokan di sejumlah pangkalan terasa tidak mencukupi. Hal itu terjadi karena kuota harian elpiji 3 kilogram masih sama seperti sebelumnya.

Meski demikian, Agung memastikan secara umum stok elpiji subsidi di Bondowoso dalam kondisi aman dan distribusi berjalan lancar. Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Kami harap masyarakat tetap bijak dan tidak panic buying dalam membeli BBG bersubsidi ini,” pungkasnya. (*)

Pewarta : Moh Bahri
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.