https://jatim.times.co.id/
Berita

Pemkot Malang Kaji Penataan PKL Pasca Revitalisasi Alun-alun Merdeka, Disiapkan Terintegrasi Rute Wisata

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:46
Pemkot Malang Kaji Penataan PKL Pasca Revitalisasi Alun-alun Merdeka, Disiapkan Terintegrasi Rute Wisata Suasana malam hari kawasan Alun-alun Merdeka Malang pasca revitalisasi. (Foto: Tria Adha/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, MALANG – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-alun Merdeka pasca revitalisasi tidak dilakukan secara instan.

Pemkot Malang memilih langkah bertahap dengan mengedepankan kajian matang, mengingat persoalan PKL dan parkir masih menjadi pekerjaan rumah utama.

Wahyu Hidayat mengatakan, rampungnya revitalisasi Alun-alun Merdeka tidak otomatis diikuti dengan penyediaan lapak PKL di dalam kawasan tersebut. Menurutnya, pemerintah tetap hadir untuk mencari solusi terbaik agar penataan berjalan tertib tanpa menghilangkan aspek ekonomi masyarakat.

“Seperti yang pernah saya sampaikan, tidak serta-merta alun-alun selesai langsung ada tempat PKL di lokasi. Kita bertahap dan sudah mengkaji beberapa alternatif. Pemerintah tetap hadir karena PR-nya adalah PKL dan parkir,” ujar Wahyu, Kamis (29/1/2026).

Ke depan, Pemkot Malang merencanakan alokasi PKL pada satu kawasan khusus yang juga diarahkan sebagai daerah tujuan wisata.

Sejumlah lokasi alternatif tengah dikaji, di antaranya kawasan sekitar Splendid, Mall Ramayana, serta beberapa titik lahan kosong di sekitarnya yang dinilai strategis dan masih berada dalam radius dekat Alun-alun Merdeka.

Selain menyiapkan lokasi, Pemkot Malang juga melakukan inventarisasi PKL. Dari hasil pendataan sementara, diketahui bahwa cukup banyak PKL yang berjualan di kawasan Alun-alun Merdeka bukan merupakan warga ber-KTP Kota Malang. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penyusunan kebijakan penataan ke depan.

Meski demikian, aspirasi PKL tetap diperhatikan. Para pedagang berharap lokasi relokasi tidak terlalu jauh dari Alun-alun Merdeka, dan permintaan tersebut dipastikan akan diakomodasi oleh Pemkot Malang.

“PKL minta agar lokasinya tidak jauh dari alun-alun, dan itu akan kami penuhi karena radiusnya memang masih dekat,” tegasnya.

Lebih jauh, Wahyu Hidayat mengungkapkan bahwa penataan PKL akan dikaitkan dengan konsep pengembangan rute wisata terpadu di pusat Kota Malang.

Rute tersebut direncanakan menghubungkan kawasan Kayutangan Heritage, Splendid, Alun-alun Merdeka, Balai Kota Malang, Stasiun Kota Baru, hingga Pendopo Kabupaten Malang.

Dalam konsep tersebut, PKL dan area parkir akan disebar ke beberapa titik agar saling terhubung dan mendukung aktivitas wisata secara menyeluruh.

“PKL dan parkir akan kita pecah ke beberapa spot tertentu agar menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan,” pungkasnya.

Dengan konsep integrasi wisata tersebut, Pemkot Malang berharap penataan PKL tidak hanya menciptakan ketertiban dan estetika kota, tetapi juga mampu mendorong perputaran ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata di jantung Kota Malang.

Sebagai informasi, sebelum Alun-alun Merdeka Kota Malang resmi dibuka setelah dilakukan revitalisasi selama 105 hari, Pemkot Malang secara tegas meminta area Alun-alun wajib steril dari PKL.

Maka, Pemkot Malang akan mencarikan solusi penempatan PKL sesuai janji awal sebelum revitalisasi Alun-alun Merdeka senilai Rp5 miliar dilaksanakan.(*)

Pewarta : Rizky Kurniawan Pratama
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.