https://jatim.times.co.id/
Berita

Warga Keluhkan Toilet Alun-alun Merdeka Malang Berbayar, Pemkot Sebut Dikelola Kelompok Warga 24 Jam

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:48
Warga Keluhkan Toilet Alun-alun Merdeka Malang Berbayar, Pemkot Sebut Dikelola Kelompok Warga 24 Jam Toilet baru di kawasan Alun-alun Merdeka Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, MALANG – Wajah baru Alun-alun Merdeka Kota Malang, masih menyisakan keluhan warga. Hal ini sempat menjadi perbincangan, salah satunya terkait fasilitas toilet yang berbayar.

DLH Kota Malang membenarkan bahwa toilet di Alun-alun Merdeka tersebut memang berbayar dan beroperasi selama 24 jam penuh.

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengatakan, kebijakan operasional 24 jam tersebut merupakan arahan pimpinan. Untuk menjamin kebersihan dan perawatan, DLH menggandeng kelompok masyarakat sebagai pengelola, hal ini juga dikarenakan adanya keterbatasan personel untuk melakukan pengelolaan penuh.

Maka, karena toilet Alun-alun merdeka dikelola oleh kelompok warga, maka dibuatlah skema berbayar.

“Karena sesuai arahan pimpinan kemarin dilakukan 24 jam, makanya kita bekerja sama dengan beberapa kelompok masyarakat. Mereka wajib menjaga kebersihan, tidak boleh ada kotoran,” ujar Raymond, Kamis (29/1/2026).

Dalam skema tersebut, toilet umum di Alun-alun Merdeka diberlakukan tarif atau berbayar. Kelompok masyarakat yang ditunjuk bertanggung jawab penuh terhadap kebersihan dan pengelolaan toilet.

“Iya (berbayar), jadi kita kerja sama dengan kelompok masyarakat yang bertugas untuk membersihkan. Mereka bertanggung jawab. Kalau nanti dalam penilaian kondisinya kotor, ya kita cabut kerja samanya,” tegasnya.

Terkait tarif, Gamaliel menyebut hingga saat ini belum ada ketentuan resmi. Namun, besarannya diperkirakan terjangkau bagi masyarakat.

“Belum ada ketentuan pasti, tapi kemungkinan antara Rp1.000 sampai Rp2.000,” katanya.

DLH juga mengungkapkan bahwa saat ini dua unit toilet di Alun-alun Merdeka masih menggunakan septic tank lama. Kondisi tersebut membuat proses pengurasan harus dilakukan cukup sering.

“Dalam setahun itu bisa dua sampai tiga kali menguras. Ke depan juga butuh tambahan anggaran untuk penambahan bak kontrol atau bak tambahan septic tank,” ucapnya.

Terpisah, salah satu warga yang berada di Alun-alun Merdeka Malang, Rusdi mengaku cukup kecewa dengan adanya patokan tarif untuk toilet di fasilitas umum Alun-alun Merdeka Malang.

“Saya bayar dua ribu tadi. Ya kaget, saya kira gratis,” kata Rusdi.

Ia pun berharap, jika Alun-alun Merdeka memang menjadi fasilitas umum, maka seharusnya semua fasilitas di gratiskan untuk masyarakat.

“Ya harusnya semua gratis tanpa terkecuali. Tapi ya gak tahu lagi gimana pemerintah,” tandasnya.(*)

Pewarta : Rizky Kurniawan Pratama
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.