Jejak KH Munawwir Sholeh, Santri Hadratussyaikh yang Mengajar di Pedes Perak Jombang
TIMES Jatim/Foto repro yang menampilkan sosok KH Munawwir Sholeh, santri langsung Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. (Foto: Iip D Yahya for TIMES Indonesia)

Jejak KH Munawwir Sholeh, Santri Hadratussyaikh yang Mengajar di Pedes Perak Jombang

Jejak KH Munawwir Sholeh, santri Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang diutus mengajar di Pedes Perak, Jombang, menyisakan mata rantai penting dalam sejarah pesantren.

TIMES Jatim,Sabtu 21 Februari 2026, 10:11 WIB
1.4K
Y
Yusuf Arifai

JombangJejak KH Munawwir Sholeh, santri Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang diutus mengajar di Pedes Perak, Jombang, menyisakan mata rantai penting dalam sejarah pesantren dan keluarga besar ulama Krapyak.

Foto repro yang beredar itu menampilkan sosok KH Munawwir Sholeh. Ia dikenal sebagai santri langsung Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, yang mendapat amanah untuk “mulang ngaji” di wilayah Pedes Perak, Jombang. 

Dari sana, kiprahnya berkembang dan jejaknya terhubung dengan sejumlah tokoh pesantren di Jawa.

Dalam silsilah keluarga, KH Munawwir Sholeh merupakan kakak dari jalur ibu penulis, yakni KH Humam Sholeh Karangkajen. 

KH Humam Sholeh tercatat satu angkatan dengan KH Ali Maksum saat sama-sama nyantri di Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan. 

Sementara dari jalur ayah, ada sosok Mbah H Maksum yang tinggal di timur Masjid Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta. Rumah beliau memiliki peran penting pada masa awal perkembangan pendidikan pesantren di kawasan itu. Di tempat itulah KH Ali Maksum pernah memulai madrasah pertamanya.

Beberapa nama besar pernah menjadi murid di madrasah tersebut, antara lain KH Dalhar Munawwir, KH Zaenal, KH Warsun, hingga KH Zuhdi Dahlan ayah dari Prof Lutfi Zuhdi. Rantai keilmuan itu membentuk jejaring ulama yang pengaruhnya terasa hingga kini.

KH Munawwir Sholeh sendiri kemudian menurunkan tokoh-tokoh pesantren lain. Di antaranya KH Mutafid Munawwir dari Pesantren Babussalam Kriyan, Jawa Timur, serta KH Mustafa, pengasuh Pesantren Asah Roso Tahfidzul Quran di Parung, Bogor. KH Mustafa diketahui berasal dari Mojokerto.

Catatan ini sebelumnya ditulis oleh Henry Sutopo di Krapyak, Sabtu pagi, 14 Februari 2026.

Catatan tersebut mengingatkan kita bahwa sejarah pesantren bukan hanya tentang lembaga, tetapi juga tentang jejaring keluarga, sanad keilmuan, dan rumah-rumah sederhana yang pernah menjadi titik awal lahirnya para ulama besar. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.