PLN Terapkan Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Raas, Ini Jadwal Lengkapnya
Pemadaman bergilir ini membuat masyarakat harus menyesuaikan aktivitas, terutama pada malam hingga dini hari.
Sumenep – PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kepulauan Kangean memberlakukan pemadaman listrik bergilir di wilayah Kepulauan Raas, Kabupaten Sumenep, selama 22–28 Februari 2026. Pemadaman dilakukan dengan pembagian waktu dan wilayah terdampak yang berbeda setiap harinya.
Berdasarkan jadwal resmi, pada 22 Februari 2026, pemadaman berlangsung pukul 17.00–23.00 WIB di Desa Ketupat. Selanjutnya pukul 23.00–05.00 WIB, pemadaman berdampak pada sebagian Desa Poteran dan Desa Karangnangka.
Memasuki 23 Februari 2026, pemadaman pukul 10.00–13.00 WIB dengan keterangan off mesin (P. Brakas) berdampak pada Desa Alas Malang, Desa Brakas, Desa Poteran, Desa Karangnangka, serta sebagian Desa Keropoh.
Pada hari yang sama, pukul 17.00–23.00 WIB, pemadaman terjadi di sebagian Desa Keropoh, sebagian Desa Brakas, dan sebagian Desa Poteran. Kemudian pukul 23.00–05.00 WIB, listrik padam di Desa Keropoh dan Desa Jungkat.
Pada 24 Februari 2026, pukul 10.00–13.00 WIB, pemadaman dengan keterangan off mesin (P. Ketupat) berdampak pada sebagian Desa Keropoh, Desa Jungkat, dan Desa Ketupat.
Sore hingga malam, pukul 17.00–23.00 WIB, pemadaman terjadi di Desa Alas Malang, sebagian Desa Brakas, dan sebagian Desa Poteran. Selanjutnya pukul 23.00–05.00 WIB, listrik padam di Desa Ketupat.
Jadwal serupa berlanjut pada 25 Februari 2026. Pukul 10.00–13.00 WIB (off mesin P. Brakas), pemadaman berdampak pada Desa Alas Malang, Desa Brakas, Desa Poteran, Desa Karangnangka, dan sebagian Desa Keropoh.
Pukul 17.00–23.00 WIB, pemadaman terjadi di sebagian Desa Poteran dan Desa Karangnangka. Kemudian pukul 23.00–05.00 WIB, pemadaman berdampak pada sebagian Desa Keropoh, sebagian Desa Brakas, dan sebagian Desa Poteran.
Pada 26 Februari 2026, pukul 10.00–13.00 WIB (off mesin P. Ketupat), pemadaman terjadi di sebagian Desa Keropoh, Desa Jungkat, dan Desa Ketupat. Pukul 17.00–23.00 WIB, listrik padam di Desa Keropoh dan Desa Jungkat. Sedangkan pukul 23.00–05.00 WIB, pemadaman berdampak pada Desa Alas Malang, sebagian Desa Brakas, dan sebagian Desa Poteran.
Selanjutnya 27 Februari 2026, pukul 10.00–13.00 WIB (off mesin P. Brakas), pemadaman kembali berdampak pada Desa Alas Malang, Desa Brakas, Desa Poteran, Desa Karangnangka, dan sebagian Desa Keropoh. Pukul 17.00–23.00 WIB, pemadaman terjadi di Desa Ketupat. Kemudian pukul 23.00–05.00 WIB, listrik padam di sebagian Desa Poteran dan Desa Karangnangka.
Terakhir, 28 Februari 2026, pukul 10.00–13.00 WIB (off mesin P. Ketupat), pemadaman berdampak pada sebagian Desa Keropoh, Desa Jungkat, dan Desa Ketupat. Pukul 17.00–23.00 WIB, listrik padam di sebagian Desa Keropoh, sebagian Desa Brakas, dan sebagian Desa Poteran. Sementara pukul 23.00–05.00 WIB, pemadaman terjadi di Desa Keropoh dan Desa Jungkat.

Pemadaman bergilir ini membuat masyarakat harus menyesuaikan aktivitas, terutama pada malam hingga dini hari. Ihsan warga Kepulauan Raas mengatakan, jadwal tersebut cukup mengganggu kegiatan rumah tangga dan usaha kecil.
“Kalau siang masih bisa menyesuaikan. Tapi kalau malam sampai dini hari, aktivitas ibadah dan persiapan usaha juga ikut terdampak,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Ia juga meminta agar ada evaluasi untuk menemukan solusi dari pemadaman listrik yang terus terjadi pada saat bulan Ramadan.
"Saya heran, bisa dipastikan setiap Ramadan pasti terjadi pemadaman. Semoga ada solusi cepat, mengingat bulan ini aktivitas masyarakat meningkat," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari PLN terkait penyebab teknis penghentian operasional mesin pembangkit pada jam-jam tertentu maupun langkah evaluasi untuk menjaga keandalan pasokan listrik di Kepulauan Raas. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




