Lima Kecamatan di Kabupaten Probolinggo Terendam Banjir Luapan Sungai
TIMES Jatim/Banjir melanda Kabupaten Probolinggo setelah hujan deras selama 5 jam. (Foto: Dicko W/TIMES Indonesia)

Lima Kecamatan di Kabupaten Probolinggo Terendam Banjir Luapan Sungai

Banjir besar melanda lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo akibat luapan sungai. Sekda Ugas Irwanto instruksikan evakuasi prioritas bagi lansia dan anak-anak.

TIMES Jatim,Minggu 22 Februari 2026, 13:15 WIB
1.1K
D
Dicko W

ProbolinggoHujan deras dengan intensitas tinggi selama lebih dari lima jam memicu banjir bandang yang melanda lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo, sejak Sabtu (21/2/2026) malam hingga Minggu (22/2/2026) dini hari.

Luapan air dari sejumlah sungai menerjang permukiman warga, menyebabkan ratusan jiwa terdampak dan sebagian di antaranya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Adapun lima kecamatan yang terendam meliputi Kraksaan, Krejengan, Besuk, Paiton, dan Gading. Hujan yang mengguyur sejak pukul 15.00 WIB tersebut membuat volume air sungai melampaui tanggul dan mengalir deras ke perkampungan warga menjelang malam hari.

Arus banjir merendam rumah penduduk, fasilitas ibadah, pondok pesantren, hingga sejumlah ruas jalan utama. Di beberapa titik, bangunan semipermanen dilaporkan roboh akibat terjangan air yang kuat. Berdasarkan rekaman video amatir, air berwarna kecokelatan tampak menyeret perabotan rumah tangga dan merobohkan warung di tepi jalan.

article

Supardi, salah seorang warga terdampak, menceritakan cepatnya air masuk ke pemukiman. "Air datang sangat cepat. Harta benda di dalam rumah semuanya terendam. Kami hanya sempat menyelamatkan diri dan anak-anak," ungkapnya saat ditemui di lokasi pengungsian. Ketinggian air di beberapa titik sempat mencapai 50 sentimeter, yang mengakibatkan akses kendaraan lumpuh total.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menyatakan bahwa prioritas utama pemerintah daerah bersama tim gabungan saat ini adalah mengevakuasi warga rentan.

"Kami bergerak cepat mengevakuasi lansia dan anak-anak. Keselamatan warga menjadi prioritas utama," tegas Ugas saat meninjau lokasi.

Pemerintah daerah kini tengah mendata kebutuhan mendesak bagi para korban. Selain logistik dasar, penyediaan makanan siap saji untuk berbuka puasa dan sahur menjadi prioritas mengingat saat ini memasuki bulan Ramadan.

"Pendataan masih berlangsung. Bantuan logistik sedang kami siapkan untuk warga terdampak," tambah Ugas.

Hingga Minggu pagi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus melakukan asesmen di berbagai titik. Petugas mulai mendata tingkat kerusakan pada rumah penduduk, fasilitas ibadah, dan sarana pendidikan yang terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah total kerugian material maupun korban jiwa. Pemerintah mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Meski di beberapa titik air mulai surut, sejumlah jalan dan permukiman terpantau masih tergenang lumpur. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Dicko W
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.