https://jatim.times.co.id/
Pendidikan

FT UB Kukuhkan 41 Insinyur Angkatan XV

Senin, 12 Januari 2026 - 13:07
FT UB Kukuhkan Puluhan Insinyur Baru Proses pengambilan sumpah dan pengukuhan insinyur di Fakultas Teknik UB. (FOTO: FTUB for TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, MALANG – Sebanyak 41 calon insinyur dari berbagai bidang kembali dikukuhkan oleh Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) melalui kegiatan Sumpah Profesi Insinyur Angkatan ke-15 Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) pada Sabtu (10/1/2026) di Auditorium Prof Ir Surjono, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.

Para calon insinyur berasal dari Program Reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan latar belakang bidang keahlian yang beragam. Bidang keahlian tersebut meliputi teknik sipil, teknik mesin, teknik elektro, teknik pengairan, arsitektur, teknik industri, teknik kimia, hingga teknik fisika. Selain itu, para peserta juga datang dari berbagai sektor, mulai dari akademisi, BUMN, swasta, wiraswasta, hingga instansi pemerintah.

Hingga saat ini, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya sudah mengukuhkan 967 insinyur.

“Angka ini mencerminkan konsistensi UB dalam menyiapkan sumber daya manusia keinsinyuran yang unggul,” ujar Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Prof. Ir. Hadi Suyono, ST., MT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh peserta yang akan disumpah sudah memenuhi persyaratan akademik dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Fakultas-Teknik-UB-2.jpgSebanyak 41 insinyur baru dikukuhkan dalam kegiatan Sumpah Profesi Insinyur Angkatan ke-15 Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) di FT UB. (FOTO: FTUB for TIMES Indonesia)

Lebih lanjut, Prof. Hadi menekankan bahwa gelar insinyur bukan sekadar predikat, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan untuk menjawab tantangan Indonesia.

Ia menuturkan, seorang insinyur memiliki peran strategis di tengah transformasi pembangunan nasional. Insinyur tidak hanya dituntut untuk mampu merancang dan membangun, tetapi juga harus bisa menghadirkan solusi yang inovatif dan berkelanjutan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Bentuk pengukuhan ini sebagai pengakuan profesiona atas kompetensi insinyur.

Sebelum itu, para insinyur harus memiliki kompetensi yang telah diakui, dengan mekanisme sertifikasi termasuk pengurusan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) dan jenjang Insinyur Profesional Utama (IPU). Hal ini penting agar praktik keinsinyuran di Indonesia terlindungi secara hukum, berstandar nasional, dan mampu bersaing secara global. Dengan hal ini, para insinyur baru siap menerima tantangan Indonesia untuk menuju Indonesia Emas 2045.

Mewakili Rektor Universitas Brawijaya, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP, menyampaikan bahwa langkah Universitas Brawijaya untuk terus memperkuat pendidikan profesi keinsinyuran melalui kolaborasi bersama industri, pemerintah, dan asosiasi profesi. Tujuannya, supaya lulusan tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan dan kepekaan sosial. (*)

Pewarta : Miranda Lailatul Fitria (MG)
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.