TIMES JATIM, BONDOWOSO – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Minggu (11/1/2026) malam mengakibatkan banjir drainase dan selokan di wilayah Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, air meluap dari saluran irigasi anak Sungai Sampean Baru yang semakin dangkal, sehingga menggenangi persawahan dan pemukiman warga.
Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo menjelaskan, peristiwa banjir terjadi sekitar pukul 19.00 WIB setelah sebelumnya hujan turun sejak pukul 16.30–18.30 WIB.
BPBD Bondowoso menerima laporan masyarakat pada pukul 19.30 WIB dan segera menurunkan tim menuju lokasi terdampak untuk melakukan asesmen dan penanganan.
Wilayah yang terdampak meliputi Desa Cermee, Desa Suling Kulon, Desa Ramban Wetan, dan Desa Grujugan.
Di Desa Cermee, banjir merendam beberapa dusun, yakni Dusun Kota sebanyak 252 KK, Dusun Kampung Baru 373 KK, dan Dusun Madya 250 KK.
Sejumlah jalan juga terdampak, di antaranya Jalan Pasar Cermee, Jalan Desa Widuri Cermee, serta akses menuju Dusun Bercak dan Dusun Kladi.
“Ketinggian genangan air dilaporkan mencapai sekitar 25 sentimeter. Selain mengganggu aktivitas warga, banjir juga menyebabkan arus lalu lintas terhambat di beberapa titik,” paparnya.
Sementara sebuah tanggul air di jembatan RT 13 Desa Ramban Kulon jebol, memperparah luapan air ke area persawahan dan permukiman. Satu pagar fasilitas umum, yakni Madrasah Ibtidaiyah, juga dilaporkan jebol akibat derasnya aliran air.
Berbagai unsur terlibat dalam penanganan kejadian ini, antara lain BPBD Bondowoso, unsur Muspika, PMI, relawan, B.P 13.11, serta warga setempat.
Tim Pusdalops-PB melakukan asesmen di lokasi kejadian, sementara Tim Reaksi Cepat (TRC) menangani pohon tumbang dengan gergaji mesin, menyedot air yang masuk ke rumah warga dan TK Pertiwi, serta melaporkan perkembangan untuk tindak lanjut.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pohon tumbang telah berhasil dievakuasi, dan genangan air di rumah warga sudah ditangani menggunakan mesin penyedot air.
Senin (12/1/2026) pukul 02.07 WIB dini hari, kondisi dilaporkan aman dan terkendali. Debit air dilaporkan mulai surut sejak pukul 18.30 WIB, sementara cuaca di Kecamatan Cermee dan sekitarnya terpantau hujan ringan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama di wilayah-wilayah yang berada dekat saluran irigasi dan kawasan persawahan,” pungkasnya. (*)
| Pewarta | : Moh Bahri |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |