TIMES JATIM, MALANG – Fakultas Vokasi UB memberangkatkan 322 mahasiswanya untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026. Mereka akan menjalankan program Kampung Lingkar Kampus di dua kecamatan, yakni Lowokwaru dan Klojen.
Ratusan mahasiswa tersebut dari dua program studi D-4 yakni Manajemen Perhotelan dan Desain Grafis. Bersama dosen, mereka disebar ke 23 kelurahan, dan melaksanakan kegiatan pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat.
Program Kampung Lingkar Kampus menyasar masyarakat di sekitar lingkungan kampus agar kehadiran perguruan tinggi dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.
Pemasangan almamater dan pemberian logbook secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)
Dekan Fakultas Vokasi UB, M. Kholid Mawardi, S.Sos., M.A.B., Ph.D., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial yang tidak bisa dilepaskan dari masyarakat sekitar.
“Kampus tidak bisa berada di menara gading, tetapi harus memberikan pendidikan berdampak kepada masyarakat,” ujar M. Kholid Mawardi.
Ia menjelaskan, selain KKN ini, sudah banyak dosen yang melaksanakan berbagai program pengabdian dan riset di kampung-kampung sekitar kampus. Kegiatan tersebut di antaranya pengembangan ekonomi kreatif, manajemen event, hingga penyelenggaraan festival budaya.
Fakultas Vokasi UB, ujar dia, memiliki kompetensi yang selaras dengan pengembangan Kota Malang sebagai Kota Kreatif di bidang media dan art. Data menunjukkan bahwa sektor ekonomi kreatif menyumbang hampir 40 persen terhadap pendapatan Kota Malang. Hal itu yang menjadikan program Kampung Lingkar Kampus mendapat mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Malang.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan KKN yang mengangkat isu ekonomi kreatif dan pengembangan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs/Sustainable Development Goals).
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, bisa kolaborasi dengan kota Malang terutam untuk ekonomi kreatif dan layanan digital,” kata Ali Muthohirin.
Persiapan upacara pembukaan KKN 2026 Fakultas Vokasi UB. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)
Selama KKN berlangsung, mahasiswa diharapkan mampu merancang program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, pelaku industri kecil menengah (IKM), hingga pemerintahan kelurahan.
Seperti mahasiswa Desain Grafis, kata Ali, didorong untuk membantu penguatan branding produk lokal, pengembangan kanal pemasaran, hingga inovasi desain produk. Sedangkan mahasiswa Manajemen Perhotelan dapat berkontribusi dalam peningkatan layanan, membuat marketing channel, hingga pengembangan produk.
“Jaga nama almamater dan berikan hal bermanfaat bagi masyarakat," ujar Wawali Kota Malang itu.
Ia menambahkan, program KKN ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan, memahami persoalan sosial, menganalisis kondisi lapangan, sekaligus mencari alternatif solusi yang dapat diaplikasikan.
Program tersebut diharapkan bisa menjadi titik awal Fakultas Vokasi dalam memberikan kontribusi kepada Pemerintah Kota Malang, terutama wilayah sekitar kampus.
Ali Muthohirin juga berharap semoga program KKN Kampung Lingkar Kampus bisa diperluas ke seluruh kecamatan di Kota Malang.
“Kami menginginkan semua fakultas bisa KKN di semua kecamatan di Kota Malang sehingga dampaknya semakin nyata dan percepatan pembangunan bisa dilaksanakan,” ujarnya berharap. (*)
| Pewarta | : Miranda Lailatul Fitria (MG) |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |