TIMES JATIM, MALANG – Program pemagangan nasional Maganghub yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dipastikan kembali dibuka pada tahun ini. Pelaksanaan batch selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada kuartal kedua atau sekitar April, setelah penyelesaian magang batch pertama.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., dalam konferensi pers Sidang Pleno Terbuka Majelis Wali Amanat Dies Natalis ke-63 Universitas Brawijaya, Senin (5/12/2026).
“Kita tunggu batch pertama selesai April, baru kita gerak untuk batch selanjutnya,” ujar Yassierli.
Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof.Ir. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D. di Gedung Samantha Krida pada Senin (5/12/2025). (Foto: Tria Adha/TIMES Indonesia)
Kehadiran kembali program Maganghub ini menjadi angin segar bagi para freshgraduate di Indonesia. Pada pelaksanaan sebelumnya, antusiasme lulusan baru tercatat cukup tinggi, seiring dengan terbatasnya kesempatan kerja formal bagi pencari kerja pemula.
Pada periode sebelumnya, Kemnaker menyediakan 100.000 kuota magang yang terbagi dalam tiga batch. Program tersebut telah dilaksanakan pada rentang Oktober hingga Desember 2025, dengan penempatan peserta di berbagai instansi pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), serta perusahaan swasta nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan juga mengungkapkan hasil evaluasi program yang menunjukkan bahwa sebagian besar lokasi pemagangan masih terpusat di Pulau Jawa. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kemnaker dalam mewujudkan pemerataan kesempatan kerja di seluruh wilayah Indonesia.
“Ini menjadi PR bagi kami untuk bisa meratakan terkait wilayah penempatan magang,” kata Yassierli.
Untuk batch berikutnya, Kemnaker menargetkan 100.000 peserta baru, dengan harapan jangkauan wilayah pemagangan dapat diperluas hingga ke luar Jawa. (*)
| Pewarta | : Miranda Lailatul Fitria (MG) |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |