TIMES JATIM, SURABAYA – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Jatim) Aries Agung Paewai memastikan terpenuhinya sebaran kebutuhan guru Sekolah Rakyat. Hingga saat ini sudah ada 26 Sekolah Rakyat di 26 lokasi di Jawa Timur dengan total 2.450 siswa. Jumlah tersebut merupakan terbanyak nasional.
"Hingga saat ini sebaran guru di Sekolah Rakyat masih mencukupi dan ideal," kata Aries Agung Paewai, Senin (19/1/2026).
"Jumlah muridnya tidak sebesar sekolah umum seperti SMA atau SMK yang bisa mencapai ribuan siswa sehingga kebutuhan guru masih terpenuhi," sambungnya.
Kendati begitu, ia memastikan terus melakukan evaluasi karena jumlah Sekolah Rakyat di Jatim juga semakin bertambah. Rencananya ada delapan pengajuan Sekolah Rakyat baru di Jatim pada 2026 ini. Penambahan tersebut akan berpotensi pada kebutuhan tenaga pendidik atau guru.
"Sementara masih cukup, tapi tetap kami evaluasi masing-masing Sekolah Rakyat. Jika ke depan ada kekurangan guru, tentu akan kami tambahkan melalui kolaborasi dengan Kementerian Sosial dan Dinas Sosial," ujarnya.
Susun Kurikulum Pendidikan Standar Nasional
Aries mengungkapkan, Dinas Pendidikan Jatim juga terlibat dalam penyesuaian kurikulum Sekolah Rakyat tingkat SMA/SMK.
Ia memastikan kurikulum tersebut tidak berbeda dengan sekolah umum karena mengacu kurikulum nasional yang telah ditetapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Kurikulumnya sama dengan kurikulum nasional. Tidak berbeda, karena ini berkaitan dengan legalitas dan keabsahan ijazah peserta didik," jelas Aries.
Penyesuaian kurikulum masih terus berproses sampai Sekolah Rakyat beroperasi. Sementara untuk operasional dijalankan oleh Kementerian Sosial dan Dinas Sosial masing-masing wilayah dengan tetap berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan.
"Dari sisi pendidikan, standar nasional tetap kami jaga," kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Aries Agung Paewai Pastikan Sekolah Rakyat di Jatim Tak Kekurangan Guru
| Pewarta | : Lely Yuana |
| Editor | : Deasy Mayasari |