https://jatim.times.co.id/
Pendidikan

Kesadaran Pendidikan Prasekolah di Kabupaten Malang Terus Tumbuh

Senin, 05 Januari 2026 - 13:00
Kesadaran Pendidikan Prasekolah di Kabupaten Malang Terus Tumbuh Ilustrasi - siswa PAUD yang sedang menggambar. (Dok. TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, MALANG – Kesadaran masyarakat Kabupaten Malang terhadap pentingnya pendidikan prasekolah bagi anak usia dini terus menunjukkan tren positif. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya partisipasi anak usia 0–6 tahun dalam pendidikan prasekolah, yang kini dipandang sebagai fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, persentase penduduk usia 0–6 tahun di Kabupaten Malang yang masih dan pernah mengikuti pendidikan prasekolah tercatat sebesar 38,69 persen. Angka ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang tua yang menyadari pentingnya pendidikan sejak usia dini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini, menyampaikan bahwa pendidikan prasekolah kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat bermain, melainkan bagian penting dari jalur pendidikan anak.

“Data Susenas Maret 2025 menunjukkan bahwa partisipasi pendidikan prasekolah di Kabupaten Malang sudah mencapai 38,69 persen. Ini mencerminkan tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan pada usia dini,” terangnya.

Diterangkan bahwa pendidikan prasekolah dinilai memiliki peran strategis. Karena masa usia 0–6 tahun merupakan periode emas perkembangan anak. Pada rentang usia ini, perkembangan otak berlangsung sangat pesat dan anak sangat peka terhadap rangsangan bahasa, emosi, serta interaksi sosial. Kesiapan anak untuk memasuki jenjang sekolah dasar juga lebih baik apabila telah mengikuti pendidikan prasekolah.

Selain pendidikan usia dini, capaian pembangunan pendidikan di Kabupaten Malang juga dapat dilihat melalui Tingkat Partisipasi Sekolah (TPS). Pada tahun 2024, penduduk usia 5 tahun ke atas yang tidak atau belum pernah sekolah tercatat sebesar 5,14 persen. Sementara itu, penduduk yang masih bersekolah mencapai 19,32 persen, dan yang sudah tidak bersekolah lagi sebesar 75,54 persen.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, partisipasi penduduk usia 5 tahun ke atas yang masih bersekolah menunjukkan kondisi yang relatif seimbang antara perempuan dan laki-laki, tanpa perbedaan yang signifikan.

Namun demikian, tantangan di bidang pendidikan masih tetap ada.

Berdasarkan hasil Susenas Maret 2025, sekitar 24,64 persen penduduk usia 7–23 tahun di Kabupaten Malang diketahui sudah tidak bersekolah lagi. Padahal, rentang usia tersebut merupakan usia sekolah yang ideal, di mana penduduk diharapkan masih aktif mengenyam pendidikan formal.

Menurut Erny, tingkat partisipasi sekolah menjadi indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan pendidikan, karena pendidikan yang baik akan menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, berkualitas, dan berdaya saing.

“Keberhasilan pendidikan akan menciptakan generasi harapan bangsa yang mampu menjadi penggerak pembangunan,” pungkasnya. (*)

Pewarta : Achmad Fikyansyah
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.