https://jatim.times.co.id/
Olahraga

Gol Dianulir di Injury Time, Persema Ditahan Imbang Perseta

Senin, 05 Januari 2026 - 21:35
Gol Dianulir di Injury Time, Persema Ditahan Imbang Perseta Laga panas Liga 4 Jatim antara Persema vs Perseta berakhir skor imbang 0-0 di Stadion Gajayana Malang pada Senin (5/1/2026). Foto: Tria Adha/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, MALANG – Laga perdana babak 32 besar Liga 4 antara Persema Malang kontra Perseta berlangsung panas dan penuh tensi di Stadion Gajayana pada Senin (5/1/2026).

Pertandingan yang berjalan dengan atensi tinggi dan penuh emosi itu berakhir imbang, diwarnai banyak pelanggaran, kepemimpinan wasit yang disorot, hingga keributan yang terjadi sampai peluit panjang dibunyikan.

Sejak menit awal, kedua tim tampil keras dan ngotot. Pelanggaran demi pelanggaran tak terhindarkan, membuat pertandingan berjalan dalam tempo tinggi namun minim alur permainan yang rapi. Emosi pemain dari kedua kubu kerap tersulut, memaksa wasit berkali-kali menghentikan laga.

Puncak drama terjadi di masa tambahan waktu lima menit. Perseta sempat menjebol gawang Persema di menit 93 lewat situasi kemelut di depan gawang. Namun gol tersebut memicu protes keras dari kubu tuan rumah karena dinilai terjadi pelanggaran terlebih dahulu terhadap penjaga gawang Persema, Hery Prasetyo yang dijatuhkan pemain Perseta. Setelah berdiskusi, wasit akhirnya menganulir gol tersebut.

Keputusan itu membuat situasi memanas. Keributan antarpemain dan ofisial tak terhindarkan dan berlangsung hingga akhir pertandingan.

Persema-vs-Perseta-a.jpg

Usai laga, pelatih Persema Malang, Firman Basuki, memaklumi permainan anak asuhnya yang belum stabil. Ia menegaskan bahwa faktor persiapan minim dan mental pemain muda sangat memengaruhi performa tim.

“Kita persiapan sangat mepet, hanya sekitar dua minggu. Seleksi juga cuma beberapa hari dengan pemain seadanya. Jadi kalau strategi belum berjalan mulus, itu masih wajar,” ujar Firman dalam konferensi pers.

Firman juga menyoroti faktor demam panggung yang dialami para pemain Persema, terutama karena kembalinya atmosfer Stadion Gajayana yang dipenuhi suporter.

“Anak-anak kaget melihat dukungan suporter sebanyak itu. Situasi tegang bikin instruksi dari pinggir lapangan tidak jalan. Mereka akhirnya main semaunya sendiri. Tapi saya tetap apresiasi semangat juangnya, ini proses,” tambahnya.

Hal senada disampaikan pemain Persema, Hilmi Saviola. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen pemain Persema baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi resmi dengan tekanan penonton sebesar itu.

Persema-vs-Perseta-b.jpg

“Banyak yang baru pertama main di liga. Atmosfer di Gajayana beda jauh dibanding main di lapangan ARG yang tertutup. Kami kaget tapi juga senang. Ke depan kami harus lebih tenang dan dewasa,” kata Saviola.

Selain faktor teknis dan mental, Firman Basuki juga melontarkan kritik terhadap kepemimpinan wasit. Menurutnya, keputusan-keputusan yang kurang tegas justru memicu emosi pemain dan membuat laga semakin panas.

“Keputusan wasit kurang tepat dan itu berpengaruh ke suasana pertandingan. Harapan saya ke depan wasit bisa lebih netral dan bagus supaya emosi pemain bisa lebih terkontrol,” tegasnya.

Menatap laga kedua menghadapi Hizbul Wathan FC pada Rabu (7/1/2026) di lapangan ARG, Persema menegaskan fokus utama mereka adalah meraih kemenangan demi tiket lolos ke babak selanjutnya.

“Bukan soal main bagus atau jelek. Yang penting hasil. Kami ingin tiga poin di setiap pertandingan,” tutup Hilmi Saviola dengan optimistis. (*)

Pewarta : Tria Adha
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.