TIMES JATIM, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan budaya literasi berbasis teknologi di masyarakat. Ia mencontohkan keberadaan Gresik Universal Science (GUS), yang menjadi pusat literasi digital berbasis edukatif dan religius di Kabupaten Gresik.
GUS membagi area eksplorasi ke dalam empat zona utama, yakni alam, religi, sejarah, dan rekreasi. Setiap zona dirancang dengan pendekatan digital interaktif untuk memberikan pengalaman literasi yang edukatif dan terstruktur bagi pengunjung.
Di lantai pertama, GUS menyajikan sejarah perkembangan Kabupaten Gresik secara visual dan digital. Pengunjung diajak mengenal perjalanan wilayah, kekayaan budaya, hingga kuliner khas Gresik melalui tampilan informatif berbasis teknologi.
Sementara di lantai dua, konsep literasi digital dikemas lebih imersif melalui zona budaya lokal. Sejarah Islam di Gresik ditampilkan dengan pendekatan modern, berpadu dengan kesenian Damar Kurung dalam ruang reflektif yang menggabungkan visual dan audio.
Khofifah mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menghadirkan pusat literasi digital yang mengintegrasikan nilai edukasi dan religius. Menurutnya, GUS mampu merepresentasikan potensi Gresik secara menyeluruh.
“Mulai dari religi, heritage, budaya, kuliner, hingga mata pencaharian masyarakat, semuanya tergambar di Gresik Universal Science,” kata Khofifah usai mengunjungi GUS pada Senin (5/1/2026).
Ia menilai GUS tidak hanya menawarkan tampilan visual berbasis teknologi, tetapi juga mendorong peningkatan budaya literasi melalui integrasi membaca, mendengar, dan melihat dalam satu ruang edukatif bernuansa religi.
Khofifah juga menyoroti penyajian kesenian Damar Kurung yang dinilai dapat menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya lokal. Ia berharap masyarakat turut menjaga dan merawat GUS agar dapat berkembang dan menjadi rujukan literasi digital bagi daerah lain.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan dukungan Gubernur Jawa Timur. Ia berharap GUS dapat menjadi destinasi wisata literasi digital, khususnya bagi anak-anak dan pelajar.
“Pengunjung dapat menikmati setiap ruang literasi secara bertahap untuk memahami sejarah dan potensi Gresik melalui pendekatan digital,” ujarnya. (*)
| Pewarta | : Lely Yuana |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |