TIMES JATIM, MALANG – Wanita itu tersenyum ramah saat customer datang. Dari kejauhan, dia berjalan dengan buru-buru untuk mendekati. Dengan suara lembut, dia bertanya apa yang bisa dibantunya di Digital Lounge CIMB Niaga Universitas Brawijaya.
"Mau buka rekening baru mbak," kata Ilmi Ariyanti, salah seorang mahasiswa yang datang.
Ketika diamati, tak ada tumpukan kertas di sana. Yang ada hanya beberapa perangkat seperti komputer, mesin Self Service Banking (SSB), dan beberapa ATM saja yang terpajang. Bahkan identitas pegawai ramah itu juga tidak ditulis di atas kertas, tapi di layar komputer yang menghadap ke customer. Amel tertera di sana.
Tak butuh lama, kurang dari 10 menit, rekening Bank CIMB Niaga Ilmi sudah jadi. Tanpa ada isian formulir yang panjang, tanpa kertas, dan tanpa banyak persyaratan. Setelah itu, rekening itu juga langsung bisa digunakan untuk transaksi melalui Octo Mobile.
Pengalaman Ilmi saat datang ke Digital Lounge CIMB Niaga di Universitas Brawijaya membuka mata dunia tentang bagaimana layanan perbankan bisa sangat praktis dan menyenangkan.
Di Digital Lounge, semua serba digital dan efisien. Cukup dengan e-KTP dan sentuhan layar pada mesin SSB. Jika ada kendala, tersedia layanan Video Banking yang memungkinkan nasabah berkonsultasi langsung dengan petugas melalui layar interaktif.
Pengalaman menyenangkan seperti ini tentu tak hanya dirasakan oleh Ilmi. Ada puluhan ribu mahasiswa Universitas Brawijaya, juga jutaan masyarakat lainnya yang merasakan pelayanan prima yang sama.
Contohnya Aninda Fadilah, mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya yang juga senang dengan pelayanan CIMB Niaga. Mahasiswa semester 4 ini mengaku aktif menggunakan Octo Mobile sejak setahun terakhir. Karena mudah, simpel dan kekinian.
"Jadi sekarang jarang pakai uang cash. Kalau habis dapat uang jajan dari orang tua via transfer, sudah jarang tarik uang ke ATM. Karena semua bisa pakai aplikasi," kata dia.
Transformasi digital CIMB memang bisa dibilang pesat dan banyak diminati. Dari data yang dihimpun, pada akhir tahun 2024, jumlah pengguna OCTO Mobile mencapai 3,4 juta orang, dengan total transaksi mencapai 340 juta transaksi, senilai Rp333 triliun.
Keberhasilan itu tak lepas dari dari segala kemudahan dalam satu genggaman yang diberikan. Mulai dari membuka rekening, deposito, membeli obligasi ritel, reksa dana, melakukan pembayaran QRIS, top-up e-wallet, hingga mengelola kartu debit dan kredit dalam satu aplikasi.
Prioritas Kemananan di Ragam Layanan
Meski semua bisa dilakukan dengan mudah, tapi jaminan keamanan oleh Octo Mobile tetap menjadi prioritas. Yakni dengan penerapan Login dengan biometrik, transaksi aman dengan PIN acak, dan lainnya.
Tak hanya itu, CIMB Niaga juga menyediakan OCTO Clicks, layanan internet banking yang dilengkapi dengan Virtual Card Number (VCN) untuk bertransaksi di situs belanja yang hanya menerima pembayaran kartu kredit.
Dengan VCN, nasabah cukup menggunakan dana dari rekening tabungan. OCTO Clicks mencatat 1,9 juta pengguna dan 8,7 juta transaksi sepanjang 2024 dengan volume transaksi Rp65 triliun.
Bagi pengguna aktif dompet digital, CIMB Niaga memperkenalkan OCTO Pay, layanan pembayaran yang memungkinkan tarik tunai tanpa kartu, hanya dengan nomor ponsel.
Di tahun 2024, OCTO Pay digunakan oleh 5,8 juta pengguna, dengan transaksi mencapai 20 juta kali, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Dukungan terhadap gaya hidup cashless juga terlihat dari peningkatan perangkat EDC dan QR CIMB Niaga yang mencapai 634.900 unit, naik 16,71 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah transaksi melalui kanal ini mencapai 118,7 juta kali dengan nilai Rp37,6 triliun.
Tidak hanya menyasar nasabah ritel, CIMB Niaga juga mendukung pelaku bisnis dan profesional muda melalui platform BizChannel@CIMB. Platform ini digunakan oleh 57,4 juta pengguna, dengan jumlah transaksi mencapai 112,3 juta, mencakup transfer, payroll, hingga pengelolaan arus kas bisnis secara real-time.
Sepanjang 2024, CIMB Niaga mencatat berbagai pertumbuhan positif. Seperti total simpanan nasabah korporasi yang mencapai Rp75,1 triliun.
Produk Giro juga naik 31,21 persen menjadi Rp52,3 triliun. Deposito naik 9,76 persen menjadi Rp22,7 triliun, juga peningkatan jumlah kartu debit aktif sebanyak 2,4 juta kartu dengan total transaksi Rp59 triliun, termasuk Rp900 miliar transaksi internasional.
Statistik ini mencerminkan peningkatan adopsi layanan perbankan digital secara luas, termasuk dari kalangan anak muda.
Akomodasi Kebutuhan Pelanggan
Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, ke depan pihaknya berkomitmen untuk bisa terus mengakomodasi apa-apa yang menjadi kebutuhan customer. Tak hanya soal personal, lebih dari itu, yakni tentang keberlanjutan.
Sebagai bagian dari prioritas keberlanjutan, hampir 25 persen dari total pembiayaan Bank, atau sekitar Rp57,6 triliun, mendukung transisi yang adil, ekonomi rendah karbon, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dari PBB.
CIMB Niaga juga berpartisipasi dalam peluncuran perdagangan karbon internasional melalui platform Indonesia Carbon Exchange, IDX Carbon, pada Januari tahun ini.
"Selain itu, kami meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung operasional berkelanjutan dengan pemasangan panel surya di salah satu kantor cabang kami di Yogyakarta pada bulan Juni 2025,” kata dia.
Pihaknya menekankan bahwa CIMB Niag terus berfokus untuk menyediakan solusi perbankan yang Simpler, Better and Faster. "Agar nasabah dapat terus berkembang dan masyarakat dapat merasakan dampak positifnya secara inklusif,” pungkasnya.
Pelayanan yang optimal ini membawa CIMB Niaga meraih dua penghargaan sekaligus, yaitu Top 50 ASEAN Public Listed Companies (PLCs) dan Top 1 in Indonesia PLCs untuk ketiga kalinya, pada Juli 2025.
Apresiasi Kinerja dan Konsistensi
Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei, mengatakan bahwa penghargaan dari lembaga kredibel di tingkat ASEAN ini merupakan apresiasi dan bukti nyata atas konsistensi CIMB Niaga dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) sesuai dengan standar ASEAN.
Dia meyakini bahwa penerapan tata kelola perusahaan yang baik membawa dampak positif terhadap keberlangsungan usaha, sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kami ingin mengajak perusahaan publik lain di Indonesia untuk turut menerapkan ACGS, dan bersama-sama mengharumkan nama Indonesia di tingkat ASEAN,” ungkap Fransiska.
CIMB Niaga berkomitmen untuk terus menjaga pencapaian ini dengan senantiasa meningkatkan kualitas penerapan GCG di seluruh proses bisnis. Komitmen ini dijalankan secara menyeluruh oleh seluruh jajaran, mulai dari Dewan Komisaris, Direksi, hingga karyawan, dengan mengacu pada standar nasional, regional ASEAN, serta praktik terbaik internasional.
Kini, CIMB Niaga telah memiliki 38 Digital Lounge, 407 kantor cabang, 2.282 ATM, dan hampir 1.000 mesin CRM/CDM di 28 provinsi. Melalui inovasi layanan digital, ekosistem cashless, dan komitmen terhadap keberlanjutan, CIMB Niaga tidak sekadar mengikuti tren, tetapi menciptakan masa depan perbankan yang inklusif, efisien, dan ramah teknologi. (*)
Pewarta | : Achmad Fikyansyah |
Editor | : Ronny Wicaksono |