TIMES JATIM, SURABAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur melaporkan pertumbuhan positif pada kinerja ekspor Jatim. Selama periode Januari hingga November 2025, total nilai ekspor mencapai 27,63 miliar dolar AS, naik signifikan sebesar 15,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang tercatat sebesar 23,96 miliar dolar AS.
Khusus untuk kinerja bulanan di penghujung tahun, Kepala BPS Jatim, Zulkipli, memberikan rinciannya saat konferensi pers di Surabaya, Senin (5/1/2026).
"Untuk nilai ekspor Jawa Timur pada November saja mencapai 2,29 miliar dolar AS atau naik 2,65 persen dibandingkan periode yang sama 2024," kata Zulkipli.
Kontras Kinerja Nonmigas dan Migas
Kenaikan total ekspor ini didorong kuat oleh sektor nonmigas yang tumbuh 17,04 persen, dari 23,12 miliar dolar AS menjadi 27,06 miliar dolar AS. Berbanding terbalik dengan itu, sektor migas justru merosot tajam sebesar 31,64 persen menjadi 574,10 juta dolar AS. Penurunan ini dipicu oleh anjloknya ekspor minyak mentah (turun 33,15%) dan hasil minyak (turun 14,41%).
Komoditas Unggulan dan Negara Tujuan
Dari sepuluh komoditas nonmigas utama, beberapa sektor mencatatkan pertumbuhan yang sangat impresif. Produk Kimia (HS 38) mengalami kenaikan tertinggi sebesar 46,28% (1,16 miliar dolar AS), dengan pasar utama Tiongkok dan Malaysia. Lemak dan Minyak Hewani/Nabati (HS 15) tumbuh 38,02% (2,17 miliar dolar AS), mayoritas dikirim ke Tiongkok dan Malaysia. Perhiasan/Permata (HS 71) meningkat 35,86% menjadi 6,31 miliar dolar AS. Swiss menjadi tujuan utama dengan nilai 4,22 miliar dolar AS, disusul Singapura. Kakao dan olahannya (HS 18) naik 23,51% (874,51 juta dolar AS), yang sebagian besar diekspor ke Amerika Serikat dan Tiongkok.
Namun, tidak semua sektor menguat. Zulkipli mencatat adanya pelemahan pada salah satu komoditas kimia.
"Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan adalah bahan kimia organik (HS 29) turun 15,04 persen menjadi 985,77 juta dolar AS," ujarnya.
Secara keseluruhan, sepuluh golongan barang utama ini menyumbang 67,74 persen terhadap total ekspor nonmigas Jawa Timur. Kelompok ini secara kolektif tumbuh 19,77 persen dibandingkan tahun lalu, yang sebagian besar ditopang oleh kuatnya performa ekspor perhiasan dan permata. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Nilai Ekspor Jawa Timur Melonjak 15,33 Persen hingga November 2025
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Deasy Mayasari |