TIMES JATIM – Sudah tiga hari terakhir, konsumen di Bondowoso kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax. Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah ini kompak melaporkan kondisi ketiadaan stok.
Pantauan hingga Jumat (8/1/2026) malam menunjukkan Pertamax tidak tersedia di SPBU Tamansari dan SPBU Kotakulon sejak pukul 18.04 WIB. Menyusul kemudian, pada pukul 19.33 WIB, SPBU Tenggarang juga terpantau kehabisan Pertamax.
Nanang, warga Kecamatan Bondowoso, mengaku sudah tiga hari berkeliling untuk mencari Pertamax bagi mobilnya. Pada hari pertama, ia masih mendapat informasi bahwa pasokan sedang dalam proses pengiriman. Namun, informasi itu berubah pada hari ketiga.
“Kalau awal-awal katanya masih dalam pengiriman. Barusan tanya lagi, jawabnya tidak tahu,” ujarnya.
Karena tak kunjung mendapat Pertamax, Nanak akhirnya memilih membeli Pertamax Turbo meski harganya lebih tinggi. Ia enggan beralih ke Pertalite karena antrean panjang dan aturan penggunaan barcode.
Sementara itu, Jager, Manajer SPBU Tamansari, membenarkan bahwa sudah sepekan terakhir tidak ada suplai Pertamax dari Pertamina. Kondisi tersebut membuat stok Pertamax di SPBUnya benar-benar kosong dalam tiga hari terakhir.
Menurutnya, tidak hanya SPBU Tamansari yang mengalami kekosongan. Beberapa SPBU lain di Bondowoso juga menghadapi situasi serupa.
“Biasanya dua hari sekali ada pengiriman sekitar delapan kiloliter. Tapi kali ini tidak ada. Bukan cuma di tempat saya, banyak yang kosong,” katanya.
Ia mengaku telah berulang kali mengajukan permintaan pengiriman, namun belum juga mendapat kepastian. Bahkan, stok Pertamax Turbo di SPBU tersebut kini ikut habis.
“Pertamax tidak ada, Turbo pun sudah habis,” pungkasnya. (*)
| Pewarta | : Moh Bahri |
| Editor | : Imadudin Muhammad |