https://jatim.times.co.id/
Berita

Sambut Seabad NU 2026, Kampung Coklat Blitar Gelar Pameran UMKM dan Industri Halal

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:32
Kampung Coklat Blitar Siap Gelar Pameran UMKM Sambut Seabad NU 2026 Kampung Coklat Blitar, destinasi ekonomi desa berbasis agrowisata kakao, akan menjadi pusat pameran UMKM, industri halal, pertanian, kesehatan, dan filantropi pada 5–7 Februari 2026. (foto: Kampung Coklat)

TIMES JATIM, BLITARKampung Coklat Blitar bersiap menjadi tuan rumah rangkaian pameran dalam rangka menyambut Seabad Nahdlatul Ulama (NU) pada 2026. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 5–7 Februari 2026 ini akan menghadirkan pameran UMKM, industri halal, filantropi, kesehatan, dan pertanian sebagai upaya konkret memperkuat ekonomi umat berbasis kolaborasi lintas sektor.

Pameran menyambut Seabad NU ini akan melibatkan pelaku usaha dari berbagai daerah dengan penekanan pada produk yang sejalan dengan prinsip kehalalan dan nilai-nilai NU. Sektor UMKM menjadi pilar utama melalui partisipasi pengusaha muda dan masyarakat lokal yang telah mengikuti program peningkatan kapasitas usaha.

Industri halal akan menampilkan beragam inovasi produk yang memenuhi standar keamanan dan syariah. Komitmen Kampung Coklat terhadap kualitas ditunjukkan melalui proses produksi tanpa bahan pengawet maupun pewarna buatan. Sementara itu, sektor filantropi dan kesehatan turut dihadirkan melalui program pemberdayaan masyarakat serta produk berbasis bahan alami, termasuk potensi manfaat cokelat lokal bagi kesehatan.

Pada sektor pertanian, pameran akan menampilkan hasil unggulan kelompok tani, terutama biji kakao berkualitas tinggi sebagai bahan baku utama produk cokelat Idokasi. Proses pengolahan kakao yang dilakukan secara tradisional namun berstandar ketat—mulai dari panen, fermentasi, hingga pengemasan—menjadi contoh praktik baik yang diharapkan dapat direplikasi oleh petani lain.

Penutupan pameran diharapkan menghasilkan berbagai kesepakatan kerja sama antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan lembaga terkait. Ke depan, Kampung Coklat merencanakan pengembangan kawasan hingga lima hektare, pendirian pusat pelatihan nasional petani kakao, serta perluasan jaringan ekspor ke kawasan Asia Tenggara.

“Kesuksesan tidak hanya diukur dari keuntungan finansial, tetapi dari seberapa banyak orang yang dapat kita bantu untuk meningkatkan taraf hidupnya,” ujar Kholid Mustofa, Presiden Direktur PT Kampung Coklat.

Pameran menyambut Seabad NU ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga ruang berbagi praktik baik, semangat gotong royong, dan kerja keras yang menjadikan Kampung Coklat sebagai inspirasi penguatan ekonomi desa di Indonesia. 

Kampung Coklat sebagai Ikon Edukasi Blitar

Dikenal sebagai salah satu ikon wisata edukasi berbasis kakao di Indonesia, Kampung Coklat lahir dari inisiatif pemberdayaan masyarakat desa. Kawasan ini didirikan pada 2014 oleh H. Kholid Mustofa, Presiden Direktur PT Kampung Coklat, yang berangkat dari kelompok tani Guyub Santoso sejak pertengahan 2005. Perjalanan panjangnya, termasuk kegagalan usaha peternakan ayam akibat flu burung, menjadi fondasi dalam membangun ekosistem kakao yang mandiri dan berkelanjutan.

Visi Kampung Coklat untuk menciptakan ekonomi desa yang mandiri melalui pengembangan agrowisata berbasis kakao semakin diperkuat melalui kegiatan ini. Dengan harga tiket masuk wisata sebesar Rp20.000 per orang dan produk cokelat yang dipasarkan mulai Rp15.000, Kampung Coklat tetap menjaga keterjangkauan bagi masyarakat luas. Seluruh produk juga dikemas ramah lingkungan serta mencantumkan nama kelompok tani sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.

Saat ini, Kampung Coklat berdiri di atas lahan sekitar dua hektare yang mencakup perkebunan organik, pabrik pengolahan, galeri produk, hingga wahana rekreasi. Konsep agrowisata tersebut telah membuktikan diri sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus sarana edukasi pertanian bagi masyarakat luas.

Kampung Coklat juga mempunyai program “Kampung Coklat untuk Anak Negeri”, yang membuka akses pendidikan dan pelatihan bagi siswa, guru, serta petani dari berbagai daerah. (*)

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.