https://jatim.times.co.id/
Berita

Krisis Air Bersih, Ratusan KK di Bondowoso Konsumsi Air Hujan Krisis Air Bersih Akibat Longsor, Terpaksa Konsumsi Air Hujan

Jumat, 02 Januari 2026 - 12:28
Krisis Air Bersih, Ratusan KK di Bondowoso Konsumsi Air Hujan Longsor di Desa Klekean Bondowoso menyebabkan sumber mata air terputus (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, BONDOWOSO – Sekitar 420 kepala keluarga (KK) di Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengalami kesulitan air bersih akibat longsor yang merusak fasilitas utama sumber mata air.

Longsor tersebut menghantam broncap dan pipa utama penyalur air bersih dari sumber mata air menuju rumah-rumah warga. Akibatnya, aliran air terhenti dan menyebabkan sejumlah wilayah di desa tersebut mengalami krisis air bersih.

Kepala Desa Klekean, Sulatis menjelaskan bahwa, beberapa RT mulai terdampak setelah dilakukan penelusuran ke lokasi sumber mata air. Kerusakan diketahui berada di kawasan hutan yang sulit dijangkau.

“Lokasinya sangat jauh. Harus naik motor ke desa tetangga, lalu berjalan kaki menyusuri tebing sekitar 5 sampai 6 kilometer,” ujar Sulatis saat dikonfirmasi, Kamis (1/1/2026).

Ia menyebutkan, selama kondisi tersebut, sebagian warga terpaksa mengandalkan air hujan yang ditampung dan dimasak untuk kebutuhan konsumsi. 

Sementara warga yang masih memiliki tenaga dan kendaraan memilih mengambil air bersih dari sumur bor terdekat.

“Untuk sementara warga menggunakan kombinasi, ada yang memanfaatkan air hujan dan ada yang mengambil ke sumur bor,” jelasnya.

Sulatis menambahkan, keterbatasan anggaran dana desa membuat pihaknya meminta bantuan kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat. 

Bantuan yang dibutuhkan antara lain pembangunan ulang broncap serta penggantian pipa air yang rusak akibat longsor.

Longsor diperkirakan terjadi beberapa hari sebelum aliran air berhenti total. Namun kerusakan di sumber mata air baru diketahui secara pasti pada Rabu (31/12/2025).

Warga terdampak tersebar di enam RT, yakni RT 4 RW 2; RT 5 dan 6 RW 3; RT 7 dan 8 RW 4; serta RT 9 dan 10 RW 5. Berdasarkan data Pemerintah Desa Klekean, total terdapat sekitar 420 KK yang terdampak.

Rinciannya, Dusun Klekean sekitar 80 KK, Dusun Banteng 70 KK, Dusun Banteng Lor 60 KK, Dusun Banteng Kidul dua RT dengan sekitar 90 KK dan 40 KK, Dusun Plampang dua RT dengan masing-masing sekitar 80 KK dan 50 KK, serta Dusun Sumberwaru sebanyak 30 KK.

Khairul, warga Dusun Banteng RT 6 RW 3, mengatakan aliran air sudah tersendat selama dua bulan terakhir dan mati total sejak 15 hari lalu. Untuk kebutuhan minum, warga mengambil air dari sumur bor masjid yang berjarak sekitar satu kilometer.

“Kalau capek menimba, ya minum air hujan. Saya sudah dua hari ini minum air hujan,” katanya.

Untuk mandi dan mencuci, warga terpaksa memanfaatkan air sungai. Namun kejernihan air sungai sangat bergantung pada kondisi cuaca.

“Kalau hujan, air sungai biasanya keruh,” tambahnya, Jumat (2/1/2025). 

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Logistik BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahana, mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan awal berupa tandon air dan peralatan untuk kerja bakti warga.

“Ini bantuan awal. Besok akan kami lanjutkan dengan distribusi air bersih,” ujarnya.

BPBD juga mengajukan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang nantinya akan disesuaikan ke DPA Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait guna penanganan lanjutan. (*)

Pewarta : Moh Bahri
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.