TIMES JATIM, KEDIRI – Musyawarah Kota Muay Thai Indonesia (MI) Kota Kediri resmi menetapkan M. Akson Nul Huda sebagai Ketua Muay Thai Indonesia Kota Kediri. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi perkembangan olahraga Muay Thai di Kota Kediri, khususnya dalam pembinaan atlet dan penyelenggaraan event.
Usai ditetapkan, Akson, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa salah satu fokus utama kepengurusannya adalah merangkul seluruh camp dan komunitas bela diri yang ada di Kota Kediri. Menurutnya, banyak potensi atlet Muay Thai yang lahir dari akar rumput, termasuk dari komunitas bela diri lain seperti pencak dor.
“Kami merangkul camp-camp yang ada di Kota Kediri. Banyak potensi yang lahir dari akar rumput, salah satunya dari kawan-kawan pencak dor. Ini menjadi instrumen kami untuk merajut kerja sama yang lebih erat dengan komunitas yang memiliki potensi,” ujar Akson, Minggu (17/01/2026).
Dalam waktu dekat, Muay Thai Kota Kediri juga akan mengawal para atlet yang akan berlaga pada kejuaraan Muay Thai di Surabaya. Akson menargetkan hasil terbaik bagi atlet Kota Kediri. “Target kami tentu emas. Minimal perak, tapi target utama tetap emas,” tegasnya.
Melihat perkembangan Muay Thai dalam beberapa tahun terakhir, Akson menilai olahraga ini semakin diminati, terutama oleh generasi muda. Hal tersebut menjadi peluang besar untuk melahirkan atlet-atlet baru yang berprestasi.
“Muay Thai saat ini cukup menarik dan digemari, khususnya oleh Gen Z. Kami optimis Muay Thai di Kota Kediri bisa berkembang dan melahirkan atlet-atlet berprestasi,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Muaythai Indonesia Jawa Timur, Baso Juherman, berharap kepengurusan Muay Thai Indonesia Kota Kediri di bawah M. Akson Nul Huda mampu menciptakan banyak atlet potensial dengan memaksimalkan event, seleksi, dan pembinaan dari berbagai camp yang ada.
“Kota Kediri punya banyak materi atlet. Tinggal bagaimana diseleksi dan dibina. Saya berharap banyak event digelar agar muncul talenta-talenta Muay Thai yang mampu berkontribusi di tingkat provinsi dan nasional,” pungkasnya.
Baso juga menyampaikan bahwa pembinaan Muaythai Jatim saat ini sedang berada dalam kondisi sangat baik. Ia membuka peluang bagi atlet-atlet daerah, termasuk dari Kota Kediri, untuk masuk dalam program pembinaan melalui jalur kejuaraan nasional, liga Muay Thai, hingga perebutan sabuk.
“Kita ingin semua daerah punya talenta atlet yang memang bersaing. Dan kami pun melakukan setiap 3 bulan ada Liga Muaythai. Tanggal 23 nanti ada Liga 1 Muay Thai. Nanti 3 bulan berikutnya Liga berikutnya. Sampai di akhir tahun ada namanya Perebutan Sabuk di Muaythai," pungkasnya. (*)
| Pewarta | : Yobby Lonard Antama Putra |
| Editor | : Faizal R Arief |