Warga Gumukmas Jember Geger, Seorang Buruh Tani Ditemukan Tak Bernyawa di Area Persawahan
TIMES Jatim/Petugas bersama warga saat mengevakuasi korban dari persawahan. (Foto : M. Abdul Basid / TIMES Indonesia)

Warga Gumukmas Jember Geger, Seorang Buruh Tani Ditemukan Tak Bernyawa di Area Persawahan

Buruh tani Waris (56) di Jember ditemukan meninggal di tepi sawah usai mengeluh sakit dada saat bekerja, Sabtu (17/1/2026). Polisi pastikan tanpa tanda kekerasan, keluarga tolak otopsi. Situasi kondusif, jenazah dimakamkan.

TIMES Jatim,Sabtu 17 Januari 2026, 18:35 WIB
11.3K
M
M Abdul Basid

JEMBERPeristiwa memilukan terjadi di Dusun Krajan, Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember pada Sabtu (17/1/2026). Seorang buruh tani bernama Waris (56) ditemukan meninggal dunia di area persawahan milik pengairan setempat setelah sebelumnya sempat mengeluh sakit dada saat bekerja.

​Kejadian bermula pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Korban bersama beberapa rekannya tengah bekerja mencabut benih padi di sawah milik warga di Dusun Sumberan. Namun, memasuki pukul 11.00 WIB, kondisi kesehatan korban tampak menurun.

​"Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, korban sempat berpamitan kepada rekan kerjanya untuk berhenti mencabut benih karena merasa sakit di bagian dada. Korban kemudian izin pergi sebentar untuk mencari rumput," ujar Kapolsek Gumukmas, IPTU Edi Santoso, Sabtu (17/01/2026).

​Selang beberapa waktu, warga sekitar dikejutkan dengan sosok pria yang tergeletak di tanah berem (pinggir sawah) Dusun Krajan. Saksi mata, Ketang (67) dan Jurumi (65), awalnya menduga korban hanya sedang beristirahat atau tertidur.

"Awalnya dikira tidur, tapi saat dibangunkan oleh saksi, korban sudah tidak bergerak dan tidak bernapas. Mengetahui hal itu, warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polsek Gumukmas pada pukul 12.30 WIB," lanjut Kapolsek.

​Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Gumukmas bersama tim medis dari Puskesmas Gumukmas langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan luar. Petugas memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau barang bukti mencurigakan di lokasi penemuan.

Pihak keluarga, melalui menantu korban, mengonfirmasi bahwa Waris memang memiliki riwayat penyakit sesak napas selama ini. Atas dasar tersebut, keluarga korban menolak dilakukan otopsi.

​"Kami telah berkoordinasi dengan pihak keluarga. Mereka telah menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah murni karena sakit. Jenazah saat ini sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," pungkas IPTU Edi Santoso.

​Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif. Jenazah telah dibawa ke rumah duka di Dusun Kedunglengkong, Desa Menampu, untuk proses pemakaman secara layak.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:M Abdul Basid
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.