https://jatim.times.co.id/
Berita

Penuh Pujian, Film Sayap Garuda Ajak Masyarakat untuk Stop Bullying

Sabtu, 17 Januari 2026 - 20:51
Penuh Pujian, Film Sayap Garuda Ajak Masyarakat untuk Stop Bullying Para pemain, wali kota Malang, dan jajaran director film Sayap Garuda dalam konferensi pers di Mopic Cinemas Malang pada Sabtu (17/1/2026). (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, MALANG – Film karya anak Malang, Sayap Garuda tayang perdana pada Sabtu (17/1/2026) di Mopic Cinemas Malang, penuh dengan antusias pengunjung. Gala premiere film ini dihadiri oleh Walikota Malang Wahyu Hidayat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suwarjana, serta undangan dan masyarakat Kota Malang. 

Apresiasi disampaikan langsung oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang menyampaikan bahwa film produksi Trazz Picture ini penuh makna moral dan pembelajaran yang harus diperhatikan. Ia juga mengapresiasi para pemain film yang sebagian besar adalah generasi muda Kota Malang dengan menggandeng teman-teman penyandang disabilitas. Diharapkan film ini mampu mendorong industri perfilman di Kota Malang.

“Saya mewakili warga Malang sangat mengapresiasi film Sayap Garuda ini,” ujar Wahyu..

Film garapan Tarmizi Abka yang mengusung tema “Anti Bullying” memberikan pesan mendalam terhadap praktik bullying yang masih marak terjadi di Indonesia. Film ini juga memadukan budaya Indonesia, yakni pencak silat yang digunakan sebagai alat untuk memberantas fenomena bullying di sekolah. Selain itu, film ini juga menyiratkan pesan mengenai keluarga, persahabatan, konflik batin, dan cita-cita. 

film-Sayap-Garuda-2.jpgPenyerahan lukisan dan foto bersama penonton film Sayap Garuda. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)

Dengan generasi muda Malang yang menjadi pemeran dalam film ini, ditambah hadirnya dua aktor senior, August Melasz dan Yama Carlos membuat film ini semakin kuat akan kualitas akting dan pesan yang ingin disampaikan. Kehadiran para aktor senior tersebut sekaligus menjadi sumber semangat dan motivasi bagi para seniman muda Malang.

Tak hanya itu, beberapa titik ikonk Malang Raya menjadi lokasi syuting film ini, seperti Kampung Warna Warni Jodipan, Pantai Batu Bengkung, Kayutangan Heritage, dan beberapa titik lainnya. Sehingga film ini juga dapat mendorong wisata di Kota Malang. 

Salah satu pemain utama dalam film ini, Zahwa Malabar yang berperan sebagai Alana menyampaikan tantangan terbesar dalam proses syuting adalah harus belajar silat untuk lebih menjiwai perannya. 

Tarmizi Abka berharap film ini bisa menjadi alat kampanye sosial bagi seluruh pelajar di Indonesia untuk memberhentikan perilaku bullying. Ia pun juga mendorong untuk Malang bisa menjadi kota kreatif perfilman. 

“Jangan berhenti berkreativitas untuk Malang, supaya ekosistem film hidup di Malang,” ujar sutradara tersebut. 

Rencananya, film ini akan ditayangkan di Jakarta dan jika ada kesempatan akan ditayangkan di Malaysia. 

Andrea dan Dinda, pemeran pendukung dalam film ini sangat merasa senang dan terharu karena film pertama mereka mendapatkan banyak respon positif dari masyarakat. 

Wali kota Malang mengimbau film ini dapat dinikmati oleh seluruh sekolah yang ada di Kota Malang, supaya pesan moralnya dapat tersampaikan secara langsung. 

Para pemain dan jajaran director film hadir dalam konferensi pers berharap fenomena bullying dapat hilang di seluruh penjuru Indonesia. 

“Jangan ada lagi tindakan perundungan atau bullying, terutama di sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak,” tutup Yama Carlos, pemeran utama Sayap Garuda. (*)

Pewarta : Miranda Lailatul Fitria (MG)
Editor : Hendarmono Al Sidarto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.