TIMES JATIM, PASURUAN – Program prioritas Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo dan Wakil Bupati KH Shobih Asrori untuk menjadikan Kabupaten Pasuruan lebih terang mulai terealisasi. Tahun 2025 kemarin, Dinas Perhubungan memulai pembangunan ratusan titik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di tiga ruas jalan utama. Yaitu, Gondangwetan–Winongan, Bangil–Pandaan, serta Pandaan–Prigen.
Namun masih banyak wilayah di Kabupaten Pasuruan yang gelap dan membutuhkan penerangan. Tahun 2026 ini Dishub Kabupaten Pasuruan kembali mengajukan untuk pemasangan PJU di ribuan titik. Sayangnya, kendala pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat, tak dipungkiri turut mempengaruhi kebijakan fiskal Pemkab Pasuruan.
Menyikapi hal tersebut, DPRD Kabupaten Pasuruan mendorong pemerintah daerah untuk lebih agresif memanfaatkan peluang kucuran dana dari pemerintah pusat melalui skema bantuan presiden (Banpres) maupun instruksi presiden (inpres). Langkah tersebut dinilai penting di tengah kebijakan pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) yang berpotensi mempengaruhi APBD Kabupaten Pasuruan.
"Karena itu, kami mendorong usulan banpres PJU untuk tahun 2026 sebanyak seribu titik,” kata Yusuf Daniyal, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Senin (5/1/2025).
Legislator dari PKB itu menambahkan, nantinya penentuan lokasi PJU harus benar-benar berbasis kebutuhan. Prioritas tidak hanya diberikan pada jalan-jalan utama, melainkan juga kawasan terpencil dan juga wilayah perbatasan yang minim fasilitas penerangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan Digdo Sutjahjo mengakui, pihaknya telah mengajukan usulan banpres PJU untuk tahun anggaran 2026. Namun hingga kini, belum ada kepastian dari pemerintah pusat terkait realisasi usulan tersebut.
“Usulan sudah kami sampaikan. Tetapi sampai hari ini memang belum ada kepastian terkait banpres PJU 2026,” ujar Digdo. Meski demikian, Pemkab Pasuruan tetap berharap program tersebut bisa disetujui. Agar wilayah-wilayah yang rawan kejahatan dan rawan kecelakaan karena masih gelap gulita bisa terang benderang. (*)
| Pewarta | : Robert Ardyan |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |