TIMES JATIM, PACITAN – Hingga akhir November 2025, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dikontribusikan rumah sakit milik Pemkab Pacitan telah mencapai Rp 93.893.420.552,40 atau setara 92,96 persen dari target tahunan sebesar Rp 101 miliar.
Angka tersebut sekaligus memperbarui laporan sebelumnya yang masih berbasis realisasi hingga Oktober 2025. Dengan tambahan satu bulan kinerja, capaian PAD kini tinggal selangkah lagi menuju 100 persen di penghujung tahun anggaran.
Kepala Bidang Pendapatan Badan Keuangan Daerah Pacitan, Sukmawati, sebelumnya sempat menjelaskan bahwa data Oktober masih bersifat sementara karena laporan November belum masuk ke BKD akibat proses rekonsiliasi di instansi teknis.
“Ini laporan sampai bulan Oktober. Yang bulan November belum masuk ke BKD karena masih proses rekonsiliasi di Dinas Kesehatan dan RSUD,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).
Kini, setelah proses tersebut rampung, realisasi PAD per 30 November 2025 resmi tercatat sebesar Rp 93,89 miliar atau 92,96 persen dari target yang ditetapkan.
Lonjakan Hampir Rp 9 Miliar dalam Sebulan
Jika ditarik ke belakang, per akhir Oktober 2025 total pendapatan rumah sakit baru berada di angka Rp 84.898.541.613,43 atau 84,06 persen dari target. Artinya, hanya dalam satu bulan November terjadi tambahan pendapatan hampir Rp 9 miliar.
Lonjakan ini menjadi penanda bahwa November termasuk bulan dengan tingkat aktivitas layanan yang sangat tinggi sepanjang 2025. Meningkatnya jumlah kunjungan pasien, intensitas layanan medis, serta optimalisasi berbagai unit pelayanan menjadi faktor utama pendorong kenaikan tersebut.
Retribusi Pelayanan Kesehatan Masih Jadi Penopang Utama
Seperti tahun-tahun sebelumnya, sumber terbesar PAD masih berasal dari retribusi pelayanan kesehatan. Hingga Oktober 2025, komponen ini telah menyumbang Rp 84.527.064.268,00 atau 83,96 persen dari target retribusi tahunan sebesar Rp 100.676.500.000,00.
Retribusi jasa umum pelayanan kesehatan menjadi tulang punggung karena bersumber langsung dari aktivitas layanan kepada masyarakat, mulai dari rawat jalan, rawat inap, tindakan medis, hingga berbagai layanan penunjang lainnya.
Dengan masuknya realisasi bulan November, kontribusi dari sektor ini dipastikan semakin menguat dan kian mendekati target akhir tahun.
Pendapatan BLUD Sudah Lampaui Target Sejak Oktober
Tak kalah menarik, pos Lain-Lain PAD yang Sah, khususnya dari pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), justru sudah melampaui target sejak Oktober 2025.
Target pendapatan BLUD dari jasa layanan tahun ini dipatok sebesar Rp 323.500.000,00. Namun hingga Oktober, realisasi telah mencapai Rp 371.477.345,43 atau 114,83 persen. Ada surplus hampir Rp 48 juta dari target awal.
Peluang Tembus 100 Persen Akhir Tahun Terbuka Lebar
Dengan capaian 92,96 persen hingga akhir November, sisa target PAD yang perlu dikejar pada Desember 2025 hanya sekitar 7 persen atau kurang lebih Rp 7,1 miliar. Angka tersebut dinilai sangat realistis.
Apalagi, Desember secara historis dikenal sebagai bulan dengan tingkat kunjungan pasien yang cukup tinggi, seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat menjelang akhir tahun.
“Dengan sisa waktu satu bulan dan tren pendapatan yang terus naik, capaian 100 persen sangat mungkin tercapai,” ujar Direktur RSUD dr Darsono Pacitan, dr Johan Triputranto, terpisah.
Ringkasan Capaian PAD Tahun 2025
Target PAD 2025: Rp 101.000.000.000
Realisasi s.d. Oktober 2025: Rp 84.898.541.613,43 (84,06%)
Realisasi s.d. 30 November 2025: Rp 93.893.420.552,40 (92,96%)
Sisa Target: Sekitar Rp 7,1 miliar
Pendapatan BLUD: 114,83 persen dari target
Jika tren positif ini berlanjut, bukan mustahil capaian PAD dari sektor layanan kesehatan akan menutup Tahun Anggaran 2025 dengan hasil sempurna. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: PAD RSUD dr Darsono Pacitan Tembus Rp93,89 Miliar hingga November 2025
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Ronny Wicaksono |