Pelaku Thrifting di Malang Khawatir Larangan Impor Pakaian Bekas Hambat Kreativitas UMKM
TIMES Jatim/Salah satu gelaran thrifting di Kota Malang. (Foto: Dok. TIMES Indonesia)

Pelaku Thrifting di Malang Khawatir Larangan Impor Pakaian Bekas Hambat Kreativitas UMKM

Kebijakan pelarangan impor pakaian bekas atau ball thrift menuai kekhawatiran bagi pelaku usaha thrifting di Kota Malang. Mereka menilai aturan tersebut berpotensi memukul ekosistem bisnis kreatif yang tengah berkembang pesat, serta menghambat pertum

TIMES Jatim,Selasa 4 November 2025, 15:50 WIB
19.8K
R
Rizky Kurniawan Pratama

MALANGKebijakan pelarangan impor pakaian bekas atau ball thrift menuai kekhawatiran bagi pelaku usaha thrifting di Kota Malang. Mereka menilai aturan tersebut berpotensi memukul ekosistem bisnis kreatif yang tengah berkembang pesat, serta menghambat pertumbuhan UMKM yang digerakkan anak muda.

Pemilik salah satu toko thrift di Kota Malang, Rizky Adam mengatakan, pasokan barang impor selama ini menjadi penopang utama usaha thrift. Larangan tersebut dipastikan berdampak pada stok dan keberlanjutan bisnis kecil yang mengandalkan barang fesyen bekas.

“Sebagai penggiat thrift, pasti akan berkurang pasokan barang impor itu sendiri,” ujar Rizky, Selasa (4/11/2025).

Meski begitu, Rizky menegaskan para pelaku usaha telah mulai beradaptasi. Banyak di antaranya beralih menjual pakaian preloved, yakni barang bekas dari perorangan, bukan hasil impor.

“Ya mau gak mau harus memutar otak dan sekarang banyak yang jual preloved,” katanya.

Rizky menilai kebijakan pemerintah seharusnya mempertimbangkan konteks yang lebih luas. Menurutnya, produk thrift tidak bisa disandingkan langsung dengan tekstil lokal sebagai pesaing utama pasar.

Ia menilai tantangan terbesar industri tekstil nasional justru berasal dari serbuan pakaian baru impor murah asal Tiongkok, yang jumlah dan harganya tidak berimbang dengan produk lokal.

“Industri tekstil lokal kalah bersaing dengan barang impor dari China yang semakin masif di Indonesia, dengan harga yang jauh berbeda dari produk lokal,” ungkapnya.

Berbekal pengalaman lebih dari dua dekade di dunia thrifting, Rizky menyebut pelaku thrift di Malang justru berupaya bersinergi dengan brand lokal. Mereka kerap hadir dalam kegiatan kreatif seperti Dalbofest, yang mempertemukan produk thrift dan fesyen lokal dalam satu ruang tanpa saling merugikan.

“Di event seperti Dalbofest, kami berdampingan dengan produk lokal dan semuanya bisa berjalan setara. Tidak ada bukti bahwa barang bekas mematikan produk lokal,” tuturnya.

Meski memberikan catatan kritis, Rizky menegaskan bahwa pelaku usaha tetap menghormati keputusan pemerintah. Ia berharap kebijakan tersebut benar-benar membawa manfaat bagi ekonomi nasional sekaligus menjaga keberlangsungan UMKM.

“Terkait apapun itu, kami sebagai warga negara Indonesia akan mengikuti kebijakan pemerintah apabila itu yang menjadi jalan terbaik,” tandasnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.