TIMES JATIM, SURABAYA – Halaman Balai Kota Surabaya seolah tak pernah kehilangan daya tariknya. Setiap akhir pekan, taman yang menjadi ikon Kota Pahlawan itu selalu dipadati warga yang datang bersama keluarga. Anak-anak tampak riang bermain di bawah pendar lampu taman, sementara orang tua menikmati suasana santai di tengah ruang terbuka hijau yang tertata rapi.
Keceriaan anak-anak yang terpukau melihat burung-burung di sangkar besar berpadu dengan gemericik air kolam ikan, menciptakan suasana menenangkan di jantung kota. Kehangatan itu semakin lengkap dengan hadirnya Festival UMKM serta alunan musik akustik yang mengalir lembut, menjadi penawar hiruk-pikuk aktivitas perkotaan.
Setelah sempat berhenti sejenak akibat proses revitalisasi dan padatnya agenda kegiatan, suasana Taman Surya kini kembali hidup. Air mancur kembali memancarkan pesonanya, sementara musik akustik hadir menemani malam akhir pekan, menghidupkan kembali ruang publik favorit warga Surabaya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Heri Purwadi menyebut, meski air mancur sempat dihentikan dan penampilan akustik libur, kini, Heri memastikan seluruh fasilitas siap dinikmati warga.

“Sekarang musik akustik dan air mancur sudah kembali hadir untuk warga Surabaya yang ingin menikmati suasana malam di Taman Surya,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Penampilan musik akustik beserta Festival UMKM akan terus hadir secara rutin setiap akhir pekan, mulai Jumat hingga Minggu. “Kami menunggu kehadiran warga Surabaya untuk menikmati akhir pekan di Taman Surya Balai Kota,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Kota Surabaya, Fauzie Mustaqiem Yos, menegaskan bahwa pihaknya secara rutin menghadirkan ruang publik yang hidup melalui musik akustik setiap Jumat hingga Minggu malam.

Live musik di Taman Surya biasanya dimulai pukul 17.00 WIB, dengan jeda sementara saat salat Magrib, dan kembali berlangsung hingga pukul 21.00 WIB. Kehadiran musik akustik ini juga menjadi bagian dari upaya menjadikan Balai Kota sebagai ruang publik yang ramah keluarga dan penuh aktivitas positif.
“Kami mengundang seluruh warga Surabaya untuk datang bersama keluarga, menikmati suasana Balai Kota Surabaya, musik akustik, dan Festival UMKM. Kami juga terbuka terhadap saran, masukan, dan kritik agar Balai Kota tetap menjadi ruang publik yang nyaman, ikonik, dan membanggakan bagi warga Surabaya,” ucapnya. (*)
| Pewarta | : Siti Nur Faizah |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |