https://jatim.times.co.id/
Wisata

Libur Nataru, Puluhan Ribu Wisatawan Kunjungi Wisata di Sumberagung Banyuwangi

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:42
Libur Nataru, Puluhan Ribu Wisatawan Kunjungi Sumberagung Banyuwangi Pulau merah atau Red Island, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. (Foto : Dokumentasi TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, BANYUWANGI – Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata di ujung timur Pulau Jawa. Tercatat, puluhan ribu wisatawan memadati sejumlah destinasi wisata unggulan di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi menunjukkan tren kenaikan kunjungan yang signifikan. Keindahan Pantai Pulau Merah, Pantai Mustika, hingga destinasi konservasi atau Pantai Cemara Konservasi, menjadi daya tarik utama bagi pelancong domestik maupun mancanegara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Banyuwangi, Taufik Rohman, mengungkapkan bahwa wilayah selatan Banyuwangi, khususnya Desa Sumberagung, tetap menjadi primadona selama masa libur Nataru.

"Jumlah kunjungan di wilayah Kecamatan Pesanggaran sangat luar biasa. Berdasarkan data yang masuk, total wisatawan di tiga destinasi utama saja sudah menembus angka 55.169 orang," katanya, Rabu (14/1/2026).

Secara rinci, Taufik memaparkan bahwa Pantai Pulau Merah atau Red Island masih memegang rekor kunjungan tertinggi dengan jumlah 43.573 pengunjung. Disusul kemudian oleh Pantai Mustika dengan 7.486 wisatawan dan Pantai Cemara Konservasi sebanyak 4.110 wisatawan.

"Angka 55 ribu ini baru dari tiga pantai tersebut. Jumlah total dipastikan lebih besar karena belum termasuk data kunjungan dari Pantai Gumuk Kancil yang juga ramai selama libur Nataru 2026," imbuhnya.

Sementara itu, untuk total jumlah kunjungan wisatawan selama libur Nataru 2026 di Banyuwangi, sebanyak 266.118 orang.

Selain destinasi yang sudah populer, kenaikan angka kunjungan ini juga dipicu oleh munculnya spot wisata baru yang viral. Salah satunya adalah Pulau Bedil yang terletak tidak jauh dari Pantai Mustika dan Pantai Cemara Konservasi.

Pulau Bedil kini kian dikenal sebagai "Raja Ampatnya Banyuwangi" karena gugusan karang dan air lautnya yang jernih. Keberadaan destinasi baru ini dinilai menjadi magnet tambahan yang membuat wisatawan betah berlama-lama di Desa Sumberagung.

Kenyamanan wisatawan di destinasi pesisir Sumberagung juga tak lepas dari suasana lingkungan yang bersih dan fasilitas yang memadai. Hal ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

Salah satu peran nyata datang dari operator tambang emas Gunung Tumpang Pitu, PT Bumi Suksesindo (PT BSI). Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk tersebut secara konsisten menyalurkan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau CSR untuk mempercantik kawasan wisata.

Dukungan PT BSI di Pantai Mustika dan sekitarnya diwujudkan dalam bentuk bantuan sarana dan prasarana (sarpras) pendukung, mulai dari pembangunan gazebo, perbaikan infrastruktur sarana prasara pendukung seperti toilet dan mushola, serta lainnya.

"Kolaborasi antara pengelola wisata, masyarakat, dan dukungan dari pelaku investasi sangat penting. Dengan fasilitas yang lengkap dan lingkungan yang nyaman, wisatawan akan memiliki pengalaman yang berkesan di Banyuwangi," cetus Taufik. (*)

Pewarta : Fazar Dimas Priyatna
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.