Bukan yang Pertama, Banjir di Kraksaan Probolinggo Terparah Sepanjang Sejarah
TIMES Jatim/Bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Kraksaan. (Foto: Abdul Jalil/TIMES Indonesia)

Bukan yang Pertama, Banjir di Kraksaan Probolinggo Terparah Sepanjang Sejarah

Banjir bandang Probolinggo pecahkan rekor terparah di Kraksaan. Ketinggian air di Sidomukti capai 1,5 meter, jembatan ambruk, dan evakuasi warga terus berlanjut.

TIMES Jatim,Minggu 22 Februari 2026, 21:19 WIB
1.3K
A
Abdul Jalil

PROBOLINGGOBencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Probolinggo pada Minggu (22/2/2026) dini hari, mencatatkan Kecamatan Kraksaan sebagai titik dengan dampak paling parah dibandingkan kecamatan lainnya. Bencana itu sekaligus menjadi rekor banjir terparah di kawasan tersebut selama ini.

Meski berskala masif dan melumpuhkan banyak sektor, musibah luapan air ini rupanya bukanlah kejadian yang sama sekali baru bagi warga setempat. Wilayah Kraksaan yang menjadi ibu kota Kabupaten Probolinggo, khususnya di area Kelurahan Sidomukti, memiliki rekam jejak sebagai daerah yang kerap dilanda banjir.

Selama beberapa tahun terakhir, permukiman warga yang lokasinya berdekatan langsung dengan aliran sungai memang sering menjadi langganan luapan air. Namun, pada kejadian-kejadian sebelumnya, intensitas dan volume air masih relatif kecil dan tidak menimbulkan kelumpuhan total seperti saat ini.

Fakta ini ditegaskan oleh Romadona, Ketua RT 1 Dusun Patemon, Kelurahan Sidomukti. Ia menampik anggapan jika banjir kali ini adalah fenomena alam yang baru pertama kali terjadi di wilayahnya.

"Kalau ini yang pertama kali rasanya tidak benar. Bulan lalu juga banjir cuman tidak besar," ungkap Romadona saat ditemui di lokasi.

article

Meski terbiasa dengan genangan air luapan sungai, Romadona mengakui bahwa skala bencana hari ini benar-benar di luar dugaan warga. "Dan ini yang paling besar selama saya hidup di Kraksaan," tambahnya dengan nada terkejut.

Ketinggian air dari luapan aliran sungai di belakang rumahnya mencapai 1 meter. Di beberapa titik lain, ketinggian air ada yang mencapai 1.5 meter. Tak heran jika wilayah itu menjadi salah satu yang terparah di Kecamatan Kraksaan. Selain lokasinya yang lebih rendah dari jalan, wilayah tersebut juga dikelilingi oleh aliran sungai.

"Di tempat saya sekitar 1 meter. Di RT sebelah ada yang sampai 1.5 meter. Ini yang terparah selama ini," jelasnya.

Hingga saat ini, tim gabungan terus melakukan evakuasi dan penanganan pasca bencana. Evakuasi diprioritaskan pada anak-anak, lansia dan ibu hamil. Termasuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

"Kami tetap mengutamakan evakuasi terlebih dahulu. Seluruh alat dan tim kami kerahkan. Dibantu oleh seluruh anggota lainnya," ungkap Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief.

Selain rumah warga, sejumlah akses penghubungan juga ikut terdampak. Ada beberapa jembatan yang ambruk dan jalan yang rusak akibat bencana tersebut. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Abdul Jalil
|
Editor:Muhammad Iqbal

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.