Anggota Komisi E DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas mendesak Pemprov segera menerbitkan regulasi angkot feeder demi melindungi ekonomi rakyat. (Foto: Zisti Shinta/TIMES Indonesia)

DPRD Jatim Desak Pemprov Buat Regulasi Konkret Integrasi Angkot dan Trans Jatim

Komisi E DPRD Jatim mengkritik ekspansi rute Bus Trans Jatim yang dinilai tanpa mitigasi sosial. Pemprov ditagih janji terkait regulasi angkot sebagai feeder.

TIMES Jatim,Senin 6 Juli 2026, 17:04 WIB
257
Z
Zisti Shinta Maharani

SURABAYAEkspansi rute Bus Trans Jatim yang gencar dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menuai protes keras dari parlemen. Komisi E DPRD Jawa Timur menyoroti kebijakan tersebut karena dinilai berjalan tanpa mitigasi sosial yang jelas bagi para sopir angkutan kota (angkot) konvensional.

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas, menegaskan bahwa modernisasi transportasi massal tidak boleh mengorbankan ekonomi masyarakat kelas bawah. Ia menagih komitmen Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim yang sebelumnya berjanji menjadikan angkot sebagai feeder (pengumpan) Trans Jatim. Namun, hingga kini realisasinya masih nihil.

Ketidakjelasan status ini memicu kecemasan di kalangan sopir angkot, terlebih dengan adanya rencana penambahan koridor baru. Puguh mengingatkan Pemprov Jatim agar tidak memaksakan ambisi pembangunan fisik dengan mematikan mata pencaharian warga lokal yang sudah ada sebelumnya.

"Jangan sampai keberadaan Trans Jatim justru mematikan mata pencaharian orang. Jika sudah sepakat angkot jadi feeder, segera wujudkan dalam aturan riil, jangan hanya janji," tegas Puguh saat diwawancarai di Surabaya, Senin (6/7/2026).

Menurut legislator asal Malang Raya ini, kegaduhan di lapangan merupakan dampak nyata dari kegagalan komunikasi pemerintah. Ia menilai, niat baik menyediakan transportasi publik yang murah dan nyaman seharusnya tidak berubah menjadi konflik sosial yang menempatkan negara berseberangan dengan rakyat.

Puguh mendesak Dishub Jatim untuk segera menghilangkan ego sektoral dan kembali berdialog dengan paguyuban sopir angkot. Ia menekankan bahwa penyelesaian masalah ini harus dituangkan dalam regulasi konkret yang menjamin penghasilan sopir angkot, baik melalui skema feeder maupun integrasi transportasi sekolah.

"Apa susahnya duduk bareng mencari jalan keluar? Buat skema yang adil agar sopir angkot tidak merasa terancam, sehingga Trans Jatim bisa dirasakan manfaatnya oleh semua pihak tanpa harus ada yang dikorbankan," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Zisti Shinta Maharani
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.