Bantu Pembangunan Masjid dan Unusida, Pemkab Sidoarjo Kucurkan Hibah Rp18,9 Miliar ke PCNU
Pemkab Sidoarjo mengalokasikan dana hibah sebesar Rp18,9 miliar untuk PCNU Sidoarjo tahun 2026 guna pembangunan Masjid KH Hasyim Asy'ari dan Unusida.
SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mengalokasikan dana hibah sebesar Rp18,9 miliar kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo pada tahun 2026. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk menyelesaikan pembangunan Masjid KH Hasyim Asy'ari serta mendukung pengembangan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida).
Besaran hibah tersebut semula diusulkan mencapai Rp21 miliar. Namun, kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat membuat nilai bantuan disesuaikan menjadi Rp18,9 miliar. Meski demikian, nominal tersebut masih menjadi hibah terbesar yang diberikan Pemkab Sidoarjo kepada PCNU dalam beberapa tahun terakhir.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Sidoarjo Subandi saat bersilaturahmi dengan jajaran pengurus PCNU Sidoarjo, Jumat (31/7/2026).
"Hibah senilai Rp18,9 miliar nanti kita fokuskan untuk penyelesaian masjid dan pengembangan kampus Unusida. Sebagai kader NU, kami berharap masjid dan kampus di Unusida segera selesai," ujar Subandi.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah tidak berhenti pada penyaluran anggaran. Pemkab Sidoarjo juga membentuk tim pendamping untuk memastikan penggunaan dana hibah berjalan sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Agar penyaluran bantuan hibah ini tepat sasaran dan akuntabel," tegasnya.
Pendampingan Pelaksanaan hingga Pelaporan
Tim pendamping tersebut dipimpin Kepala Inspektorat Kabupaten Sidoarjo Andjar Surjadianto bersama Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo Ainun Amalia. Keduanya ditugaskan memberikan pendampingan, mulai dari pelaksanaan program hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran.
"Kita tunjuk Inspektorat. Jika ada persoalan dalam laporan, dapat memberikan penerangan serta bantuan," kata Subandi.
Ia menyebut dirinya sebagai bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama sehingga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membesarkan organisasi tersebut melalui program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Atas doa dan perjuangan panjenengan semua, saya bisa duduk di sini. Jadi, Bupati Sidoarjo ini juga anak kandung NU," ucapnya.
Ketua Tanfidziyah PCNU Sidoarjo, KH Zainal Abidin, mengapresiasi perhatian Pemkab Sidoarjo terhadap pengembangan organisasi dan sarana keagamaan. Menurutnya, hibah tersebut akan dimanfaatkan untuk penyelesaian pembangunan Masjid KH Hasyim Asy'ari di lingkungan Unusida, pengembangan kampus, pembenahan gedung sekretariat PCNU serta badan otonom (banom), hingga pengadaan sarana penunjang operasional organisasi.
"Prioritas kami Masjid KH Hasyim Asy'ari. Dana hibah diprioritaskan untuk Masjid Hasyim Asy'ari dan Unusida," kata KH Zainal Abidin.
Ia juga mengungkapkan bahwa nilai hibah dari Pemkab Sidoarjo terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Jika pada 2022 alokasinya berkisar Rp12 miliar hingga Rp13 miliar, kini meningkat menjadi Rp18,9 miliar.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi modal penting bagi PCNU untuk memperkuat peran organisasi dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial kepada masyarakat, sekaligus mempererat sinergi antara ulama dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sidoarjo. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

