TIMES JATIM, MALANG – Aparat gabungan dari TNI dan Polri melakukan pengamanan di lingkungan SMP dan SMK Turen, Kabupaten Malang, menyusul kericuhan yang terjadi imbas dari konflik dualisme yayasan pengelola sekolah tersebut. Langkah pengamanan ini dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif serta memastikan kegiatan pendidikan tidak terganggu.
Pengamanan dilakukan oleh personel Polsek Turen dan Koramil Turen. Kehadiran aparat di lokasi dibenarkan langsung oleh Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi saat menghadiri mediasi kedua yayasan yang difasilitasi Forkopimda Kabupaten Malang, Sabtu (17/1/2026), di Kantor Kecamatan Turen.
“Polsek sama Koramil sudah melaksanakan pengamanan di lokasi,” tegas AKBP Muhammad Taat Resdi.
Kapolres Malang menegaskan bahwa pengamanan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan peserta didik serta melindungi hak anak untuk memperoleh pendidikan yang aman dan nyaman. Ia memastikan bahwa proses hukum terkait konflik yayasan tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Proses hukum tetap berlanjut. Rapat ini yang diminta Bupati adalah bagaimana mencari solusi terbaik untuk keselamatan anak dan perlindungan terhadap hak-hak anak dalam pendidikan,” jelasnya.
Menurut AKBP Taat Resdi, penanganan hukum memiliki koridor dan prosedur tersendiri yang harus dihormati oleh semua pihak. Namun demikian, ia mengingatkan agar konflik yang ada tidak berkembang menjadi tindakan yang justru merugikan siswa.
“Kalau proses hukum sudah ada koridornya, ikuti saja. Kami meminta para pihak menahan diri. Jangan sampai kemudian melakukan hal-hal yang mengorbankan anak dan kepentingan anak, terutama hak-haknya dalam pendidikan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa prioritas utama dari mediasi dan langkah pengamanan ini adalah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal tanpa tekanan maupun gangguan.
“Yang urgent dari rapat ini adalah bagaimana kepentingan anak dan hak-hak anak harus diprioritaskan. Jangan sampai ada tindakan yang mengganggu mereka dalam mendapatkan pendidikan,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, konflik dualisme yayasan di SMP–SMK Turen sempat memicu kericuhan di lingkungan sekolah pada Kamis (15/1/2026). Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah siswa mengalami luka-luka serta kerusakan fasilitas sekolah, sehingga mendorong aparat dan pemerintah daerah mengambil langkah cepat untuk mencegah eskalasi lanjutan. (*)
| Pewarta | : Achmad Fikyansyah |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |