https://jatim.times.co.id/
Forum Dosen

Jadilah Pemimpin yang Baik

Rabu, 31 Agustus 2022 - 22:12
Jadilah Pemimpin yang Baik Sugiyarto, S.E., M.M.; Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang.

TIMES JATIM, PAMULANG – Dua bulan ini kita disuguhkan dua berita terkait kasus besar dan menarik perhatian masyarakat. Pertama, berita terkait pembunuhan seorang anggota POLRI yang melibatkan perwira tinggi. Kedua, berita tertangkapnya salah satu rektor dari Perguruan Tinggi Negeri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi yang diduga menerima suap dalam proses penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri. 

Dua kasus di atas menjadi trending topik di media sosial dan televsi. Terhadap kasus operasi tangkap tangan rektor PTN, Komisi Pemberian Korupsi memberikan saran kepada kementerian pendidikan dan kebudayaan agar proses pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri dikelola dengan lebih transparan dan accountable. Walaupun KPK sudah memberikan rekomendasi perbaikan, namun ada beberapa pendapat agar penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri ditiadakan. 

Sebagai seorang akademisi, tentunya sedih melihat kasus OTT ini. Seorang pimpinan perguruan tinggi yang seharusnya menjadi panutan dan contoh masyarakat justru melakukan tindakan dan perbuatan yang tidak terpuji. Tindakan ininbisa merusak citra dan reputasi dunia pendidikan tinggi. Kalau ingin kaya jadilah pengusaha, jangan mengumpulkan harta dengan cara yang kurang terpuji.

Jabatan tidak perlu dikejar, namun belajar jujur dan kerjas keras akan membawa kita sebagai pribadi   profesional. Seperti filosofi ilmu padi, semakin berisi maka semakin menunduk. Orang yang memiliki jabatan memang besar godaannya. Ibarat pohon yang tinggi, akan tertiup angin kencang dari berbagai arah. Semakin tinggi karir seseorang maka semakin tinggi tantangan dan godaan yang dihadapi.

Pemimpin adalah manusia biasa. Apa yang kita miliki pada saatnya akan menjadi milik orang lain. Jadikan sebuah amanah sebagai sarana untuk berbuat baik kepada sesama. Paling tidak kalau menjadi pemimpin minimal bisa berfikir seandainya diri kita adalah orang lain. Insya Allah kita akan selalu bisa berbuat baik kepada orang lain yang membutuhkan.

Tuhan yang telah menciptakan manusia, tidak pernah memilih orang dalam memberikan kebaikan. Jadilah   manusia yang baik, walaupun orang yang anda perlakukan dengan baik, tidak membalas kebaikan yang sudah anda lakukan.

Seperti filosofi kepemimpinan yang diajarkan Ki Hajar Dewantoro. Seorang pemimpin itu harus memegang prsinsip Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Bila seseorang ditempatkan pada posisi di depan atau sebagai pemimpin maka dia harus mampu memberikan contoh kepada lingkungan yang dipimpin.

Sementara ketika seorang pemimpin berada di tengah - tengah organisasi, maka dirinya harus memiliki kemampuan untuk bisa menciptakan suasana dan kreatifitas serta ide untuk menumbuhkan motivasi kerja yang lebih produktif dengan selalu berpikir positif agar hati selalu bersih. Dengan kebersihan hati maka ide dan kreatifitas akan muncul serta mudah untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Kemudian Tut Wuri Handayani, dimana seorang pemimpin melihat bawahan sudah bekerja dengan baik, sesuai dengan prosedur dan target yang ditetapkan maka tugas pemimpin adalah melakukan pengawasan dan meluruskan jika ada yang belum sesuai.

Kasus operasi tangkap tangan oleh KPK terhadap oknum pimpinan perguruan tinggi negeri menjadi pelajaran bagi kita semua untuk bekerja dengan baik dan tulus. Menjadi lucu jika dosen setiap hari di depan kelas mengajarkan kebaikan kepada mahasiswa, tapi leadernya melakukan tindakan yang tidak terpuji. 

Dalam hidup ini setiap diantara kita akan diminta pertanggung jawaban di hadapan Tuhan yang maha kuasa. Sekarang kita menghindar, tapi pada titik tertentu kita tidak akan bisa menghindar dari apa yang sudah kita lakukan terhadap orang lain. Jika kita berbuat baik kepada orang lain, berarti  kita berbuat baik terhadap diri kita sendiri. Begitu juga sebaliknya jika kita berbuat tidak baik kepada orang lain,  maka kita berbuat tidak baik terhadap diri kiri sendiri. Kasus Ferdy Sambo dan tertangkapnya rektor Unila adalah bukti dari kalimat ini.

***

*) Oleh : Sugiyarto, S.E., M.M.; Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

 

___
**)
 Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

Pewarta :
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.