https://jatim.times.co.id/
Gaya Hidup

16 Desainer APPMI Suarakan Keberanian Evolusi Lewat 'Re-Imagine'

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:55
Fashion Show Re-Imagine, 16 Desainer Terkemuka Tampilkan Koleksi Sarat Inovasi Koleksi delapan desainer yang menampilkan busana hijab terbaru dalam fashion show Re-Imagine, Rabu (14/1/2026). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, SURABAYA – Fashion bukan sekadar bercerita tentang busana, tetapi juga sikap dan keberanian untuk berevolusi. Demikian sekilas makna konsep fashion show Re-Imagine yang digelar Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dalam agenda tahunan East Java Fashion Tendance di New Life Hall Ciputra World Mall Surabaya, Rabu (14/1/2026).

Re-Imagine menampilkan sejumlah busana karya 16 desainer terkemuka yang digadang bakal menjadi acuan trend fashion 2026.

Ada Gita Orlin, Wiwied Mayasari, Yeni Ries, Lilik Suhariyati, Riris Gofir, Safana, Ulfa Mumtaza, Lia Afif, Ura by Aura Afilia, Elok, Belahasura, Nia Roys, Dahayu, Yan Kurin, Yusy Martha, dan Melia Wijaya. Masing-masing mengusung desain terbaru mereka yang inovatif dan kreatif. Mereka mengeksplor karya sesuai imajinasi.

Desainer Gita Orlin misalnya. Ia terinspirasi dari motif damas dan tenun. Memadukan sentuhan desain Indonesia dan Eropa dalam koleksi spesial Raya Series. Ada 12 looks ia kenalkan. Mulai outer, inner, dengan cutting seperti loose dan baby doll. 

Sementara desainer Wiwied Mayasari mengusung tema Hejra terinspirasi dari kata hijrah. Memaknai debut ulang usai dua tahun vakum dari industri mode.

"Saya berpindah dari style dulu ke sekarang untuk wanita muslimah lebih tertutup dan syar'i," kata Wiwied dalam sesi press conference.

Ia menggunakan warna dominan hitam untuk memberikan kesan langsing dan tegas berpadu bordir dan payet warna gold. Wiwied membawa 8 looks dalam koleksi kali ini.

Bergeser pada desainer Yeni Ries. Ia mengusung tema Bella yang terinspirasi dari gadis-gadis cantik di Eropa. Gaun loose dan bahan simpel serta lebih ringan menjadi ciri khas koleksinya. "Saya printing sendiri," katanya.

Desainer Lilik Suhariyati, turut mengajak para pencinta fashion masuk dalam dunia berbeda. Ia mengusung konsep kekayaan alam Indonesia terutama flora dan fauna. 

"Saya mengambil inspirasi dari peacock atau burung merak, khas dengan warna kehijauan indah. Saya aplikasikan dalam bordir tiga dimensi," ungkapnya.

Lilik membuat delapan looks, warna dominan gold dipadukan warna hijau daun khas burung merak dengan potongan simetris dan asimetris.

fashion-show-Re-Imagine-2.jpgKoleksi busana terbaru karya desainer yang tampil dalam fashion show Re-Imagine APPMI Jatim, Rabu (14/1/2026). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

Desainer Safana, yang merupakan kali pertama tampil bersama APPMI menampilkan koleksi Blue Althea, bunga yang berwarna biru. Ada 12 looks Raya Series. Sepuluh busana perempuan dan 2 busana laki-laki. 

Motif bordir kombinasi bahan cantik membuat busana karya Safana terlihat trendi digunakan acara sehari-hari hingga semi formal.

Ulfa Mumtaza tampilkan desain berbeda. Dominasi warna hijau Enigmatic Shine, penuh kilau yang misterius.

Ulfa Mumtaza selalu menyelipkan Wastra Nusantara dalam setiap busana karyanya. Ada delapan looks warna-warni berbahan utama beludru kombinasi kain tapis Lampung, ditaburi Swarovski dan untaian manik-manik.

"Busana ini khusus untuk menyambut bulan Idul Fitri," kata Ulfa.

Riris Gofir, membawa tema Aaliyah, memiliki makna doa, kemuliaan, dan  kebangsawanan. Ada 11 koleksi baju pesta dominan warna mahogany, krem, dan ivory. Riris juga membawa keanggunan Wastra Nusantara dalam setiap desain busananya.

Desainer Lia Afif, mengusung tema Referral Royal mengandung makna kemegahan impian. Paduan yang melahirkan sebuah filosofi takhta imajiner.

"Imajinasi saya menggunakan bahan-bahan batik tulis Prada dipadu warna navy blue, purple wine, dan krem," ucap Lia.

Ia berharap penggunaan Wastra menguatkan simbiosis antara pengrajin dan desainer. Lia membawa 12 looks, dengan potongan atas bawah.

Ada pula Noema, tema busana yang diusung Ura by Aura Afilia. Sebuah refleksi makna batin, kehadiran yang tidak terlalu dominan tetapi sangat terasa meninggalkan kesan lebih dalam sekaligus berwibawa. Ia padukan koleksi berbahan brokat, bludru, dan batik. 

Dahayu Collection yang dimiliki oleh dua orang desainer, Santi dan Lilik, menampilkan tema Kembali ke Akar, menggunakan batik Tuban. Sebuah simbol tentang kehidupan, alam, dan spiritual. Warna elegan sederhana krem sutra dengan sentuhan batik warna maroon makin mempercantik busana.

Desainer Nia Roys, terinspirasi dari sisa kain batik yang dipakai saat fashion show dari Bali. Kain itu kemudian disambung ulang. Hasilnya, tampilan rebel, etnik, kontemporer dengan siluet loose dan asimetris.

Khaya memiliki makna Cahaya yang Tenang, busana karya Elok membawa nuansa warna soft seperti pink, light blue, dan hijau telur asin. Ada delapan koleksi dengan 2 muse. Semua diperuntukkan bagi kaum perempuan.

Melia Wijaya, desainer yang terkenal lewat karya-karya uniknya selalu mencuri perhatian. Koleksi kali ini  terinspirasi dari Taman Babilonia. Kisah Raja yang membuat taman bagi istri tercinta. Daur ulang payet bermotif bunga, dipadu potongan botol air minum bekas. Warna fuschia, silver, emas, dan lavender mendominasi karya Melia Wijaya dalam koleksi terbarunya.

"Ini satu koleksi saya yang paling unik," ungkap Melia Wijaya.

Penasehat APPMI Jatim, Denny Djoewardi dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, East Java Fashion Tendance merupakan kali kedua penyelenggaraan. 

"Tema kedua Re-Imagine adalah mengambil inspirasi dari suatu angan-angan. Menciptakan kembali membayangkan ulang konsep fashion yang sudah ada dengan cara baru dan inovatif. Gabungan teknologi dan fashion untuk menciptakan pengalaman yang lebih interaktif.

Ada lima sub tema dalam perhelatan Re-Imagine. Seperti Human Tech (trend futuristik milenium), Maksimalis Rebellion Chic (gaya pemberontakan maximalis), Futuristic Flora (surga bunga futuristik), Feminine Cluutercore (kekacauan feminin yang berstandar pada gaya Rococo dan Marie Antoinette yang memikat), Timeless Modernity (modernitas abadi yang tak pernah ketinggalan zaman mengacu pada nuansa pakaian Houte Cuture). (*)

Pewarta : Lely Yuana
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.